Berita

Staf Khusus Anies Baswedan Tuntut Lion Rp 100,1 Miliar Karena Gagal Terbang

Muhammad Chozin Amirullah, staf khusus Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan gugat Lion Air Rp 100,1 miliar karena gagal terbang saat libur Lebaran.

TRIBUN MANADO/PASCHALIS SERTY
Maskapai Lion Air 

TRIBUNTRAVELMANADO.COM - PT Lion Mentari Airlines atau Lion Air digugat ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat oleh Muhammad Chozin Amirullah, staf khusus Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Ia menggugat maskapai singa merah tersebut lantaran dirinya gagal terbang saat Lebaran 2019 lalu.

"Saya sudah datang tepat waktu, tapi tidak berangkat," ujar Chozin saat dihubungi Kompas.com.

Chozin menggugat Lion Air agar membayar ganti rugi materiil dan imateriil sebesar Rp 100,1 miliar karena gagal terbang dari Jakarta ke Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Kuasa hukum Chozin, Andi Tantowi, menuturkan, Chozin seharusnya terbang menggunakan Lion Air pada 2 Juni 2019.

Namun, saat check in di konter Lion Air, kursi di dalam pesawat sudah terisi.

"Pesawat berangkat pukul 10.00. Pak Chozin sudah di konter 26 Lion untuk check in manual, tapi ditolak dengan alasan kursinya sudah terisi, padahal belum check in," kata Andi saat dihubungi terpisah.

Tidak puas dengan jawaban petugas konter check in, Chozin melapor ke bagian customer service Lion Air.

Namun, petugas bagian customer service justru memberikan jawaban berbeda.

"Ke customer service dinyatakan terlambat, supervisornya menyatakan pesawat sudah take off sehingga tiket hangus," ucap Andi.

Chozin akhirnya mengajukan gugatan pada 9 Oktober 2019 karena tiga somasi yang ia layangkan kepada Lion Air tidak ditanggapi.

Selain menuntut ganti rugi, Chozin juga menuntut Lion Air meminta maaf kepadanya melalui 10 media massa, yakni televisi, media cetak, dan media online.

"Gugatan Rp 100 miliar untuk memberikan efek jera kepada Lion Air, tapi yang utama ialah permohonan maaf Lion Air di 10 media massa," tutur Andi.

Traveloka (PT Trinusa Travelindo), PT Angkasa Pura II, dan Kementerian Perhubungan turut menjadi tergugat dalam perkara ini.

Pihak Traveloka diharapkan bisa menjelaskan bahwa Chozin benar-benar telah membeli tiket penerbangan menggunakan Lion Air melalui online travel agent (OTA) tersebut.

"Harapannya Traveloka bisa menyampaikan bahwa Pak Chozin sudah membeli tiket. Pak Chozin mengajukan gugatan ini bukan karena beliau staf khusus (Anies), tapi sebagai penumpang biasa," ujar Andi.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved