Info Travel

Pulau Komodo Masuk Daftar No List 2020 Media Amerika Serikat, Harga Wisata Terlalu Murah

Pulau Komodo, NTT masuk dalam daftar destinasi No List atau lebih baik dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020 menurut Fodor's Travel.

Instagram @raffinagita1717
Pulau Komodo Masuk Daftar No List 2020 Media Amerika Serikat, Harga Wisata Terlalu Murah 

TRIBUNTRAVELMANADO.COM - Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk ke dalam daftar destinasi yang sebaiknya tidak dikunjungi pada 2020 menurut Fodor's Travel, media Amerika Serikat.

Fodor's Travel baru-baru ini meluncurkan daftar destinasi untuk dikunjungi dan lebih baik dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020.

Selain Pulau Komodo, ada juga Bali, destinasi di Indonesia yang masuk ke dalam daftar No List atau lebih baik dipertimbangkan untuk tidak dikunjungi pada 2020.

Di Bali, Fodor's Travel lebih fokus pada dampak lingkungan dari pariwisata massal, sedangkan di Pulau Komodo mereka mengamati sebagai destinasi dengan harga wisata yang terlalu murah dan patut menaikan pajak turis untuk kelestarian hewan langka.

"Pemangku kebijakan di Indonesia pada awalnya berencana untuk menutup Pulau Komodo selama satu tahun dari Januari 2020 tetapi membatalkan inisiatif setelah menentukan bahwa komodo yang hidup di sana tidak terancam oleh campur tangan wisatawan terhadap perilaku dan habitat mereka," tulis Fodor's Travel.

Menurut Fodor's Travel, saat ini UNESCO sedang mengawasi pemerintah Indonesia terutama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam pengelolaan Taman Nasional Komodo.

Meskipun menulis keterangan pemerintah Indonesia sedang membahas pemberlakuan pajak turis dan pembatasan jumlah pengunjung ke Pulau Komodo, Fodor's Travel tetap mengajak turis untuk mempertimbangkan kunjungan ke sana.

Hampir mirip dengan Pulau Komodo, ada Kepulauan Galapagos, Ekuador di daftar No List.

Di sana terdapat spesies kura-kura raksasa di pusat penangkaran di El Chato, Kepulauan Galapagos.

Pajak turis di Galapagos disebut terlalu murah dan tidak naik selama 20 tahun.

Hal ini dinilai tidak akan mengurangi dampak pariwisata massal.

Banyaknya kunjungan wisatawan ditakutkan akan berpengaruh pada kelestarian hewan langka seperti komodo di Pulau Komodo dan dan kura-kura terbesar di dunia yang ada di Kepulauan Galapagos.

"Dengan keunikan dan keistimewaan dari pulau-pulau ini, memanfaatkan pariwisata sebagai potensi uang memang masuk akal. Namun apakah kamu semua harus pergi ke sana?" tulis Fodor's Travel.

Seberapa jauh pemerintah dan komunitas lokal berupaya menjaga destinasinya, menurut Fodor's Travel patut diperhatikan oleh setiap turis.

Hal tersebut juga dinilai lebih penting ketimbang menandai daftar impian petualangan.

BACA JUGA :

VIRAL! Aksi Pramugara Lion Air Menyuapi Nenek 117 Tahun di Pesawat

Pesawat Batik Air Mendarat Darurat di Kupang, Pilot Alami Pusing Berat

Mata Uang Asing Banyak Beredar di Pulau Togean, Rupiah Kalah

TONTON JUGA :

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved