Info Wisata

5 Tradisi Pemakaman Unik di Indonesia, Ada Waruga di Minahasa

Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi upacara pemakaman yang terbilang unik dan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Kompas.com/Ronny Adolof Buol
5 Tradisi Pemakaman Unik di Indonesia, Ada Waruga di Minahasa 

Caranya, mula-mula pohon dilubangi dengan ukuran sekitar 50 x 50 sentimeter.

Selanjutnya, jenazah bayi diletakkan di dalam lubang tersebut dalam keadaan tanpa kain pembungkus, layaknya bayi ketika masih dalam kandungan.

Lubang di pohon itu lalu ditutup dengan ijuk sebagai tanda akhir prosesi pemakaman.

Jenis pohon yang biasa digunakan sebagai makam dalam tradisi passiliran adalah pohon taraa karena getahnya yang melimpah.

Bagi orang Toraja, getah pohon taraa yang berwarna putih adalah simbol air susu ibu yakni sumber makanan dan minum bagi sang bayi.

3. Rambu Solo di Toraja

Rambu Solo
Rambu Solo di Toraja

Orang Toraja meyakini mereka yang sudah meninggal akan menuju kehidupan berikutnya yang sempurna, yaitu puya atau dunia arwah.

Demi mengantarkan arwah anggota keluarga yang meninggal untuk mencapai kesempurnaan ini, masyarakat Toraja mengadakan upacara pemakaman Rambu Solo.

Upacara Rambu Solo terdiri atas beberapa prosesi.

Ada prosesi menunggu, yakni tubuh orang yang meninggal disimpan.

Pada prosesi ini, arwah orang yang meninggal dipercaya tetap tinggal di desa.

Prosesi selanjutnya adalah inti upacara pemakaman, yaitu penyembelihan kerbau.

Orang Toraja yakin kerbau adalah hewan suci yang akan mengantarkan arwah orang yang meninggal ke puya.

Makin banyak kerbau yang disembelih, makin cepat arwah mencapai puya.

Sepanjang upacara pemakaman, kerabat dari mendiang maupun pelayat melakukan tarian sebagai ungkapan duka cita, penghormatan, dan penyemangat karena arwah akan menjalani perjalanan panjang menuju puya.

Prosesi terakhir adalah pemakaman.

Ada tiga cara pemakaman.

Jenazah yang sudah dibungkus peti mati bisa ditempatkan di dalam gua, dimakamkan di kubur batu, atau disemayamkan di tebing.

Jenazah yang disemayamkan di tebing biasanya dimakamkan di Pekuburan Batu Lemo, kompleks makam yang terkenal di Toraja.

Sebuah lubang dipahat secara manual dan biasanya diisi oleh satu keluarga, lalu ditutup menggunakan kayu atau bambu.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved