Tips

4 Tips Memilih Open Trip Agar Aman dari Penipuan

Kasus penipuan open trip yang dilakukan Easy to Holiday merugikan calon traveler hingga ratusan juta. Berikut tips agar tidak mudah tertipu open trip.

Kompas.com/Ana Shofiana Syatiri
Rombongan Open Trip Maldives Hemat di Sandbank 

Hal ini menyebabkan tidak bisa diprediksinya sistem kerja di open trip.

2. Sudah Bergabung dengan Asosiasi

Ilustrasi
Ilustrasi (Inc.com)

Selanjutnya, wisatawan juga dianjurkan untuk memilih travel agent yang sudah bergabung dengan asosiasi seperti Astindo.

Hal ini membuat rekam jejak travel agent tersebut bisa dengan mudah dipelajari dan diawasi.

"Teliti sebelum membeli. Artinya jangan mudah percaya untuk penawaran open trip yang sumbernya tidak jelas, apalagi tanpa menggunakan travel agent terpercaya, fatal akibatnya,” ujar Rudiana.

Menurutnya, jika nanti kinerja tour leader yang tergabung dalam ITLA kurang baik, kasusnya akan beredar cepat dan ditangani asosiasi.

Namun kasus akan sulit untuk ditangani jika penyelenggara trip tidak bergabung dari asosiasi mana pun.

3. Cek Rekening Transaksi

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock)

Langkah pencegahan selanjutnya adalah hanya mentransfer dana perjalanan ke rekening perusahaan.

Menurut Pauline, hal ini bisa meminimalisir terjadinya penipuan. Jangan bertransaksi dengan rekening atas nama pribadi.

4. Bandingkan Harga Paket

Ilustrasi
Ilustrasi (Traveloka)

Kemudian para calon wisatawan juga bisa membandingkan harga paket yang ditawarkan oleh penyelenggara open trip.

Biasanya orang tertipu karena iming-iming harga paket yang jauh lebih murah dari harga pasaran. Namun sebenarnya, itu bisa jadi bumerang.

"Membandingkan harga juga perlu. Bandingkan dengan harga yang ada di OTA atau travel agent lain. Jika range-nya jauh berbeda, misal sampai jutaan ya sudah pasti palsu," katanya.

"Misal ke Korea biasa paket delapan juta. Ini dia menawarkan hanya empat juta, jelas enggak mungkin," lanjutnya.

Harga open trip yang lebih murah memang wajar.

Menurut Rudiana, hal tersebut bisa terjadi karena penyelenggara memutuskan sendiri dan menyesuaikan budget.

Selain itu open trip juga seringkali bergantung pada promo besar yang bisa sangat mengurangi harga.

Namun begitu, kasus penipuan open trip memang kadang sulit untuk dihindari.

Maka dari itu, jika kamu mengalaminya, maka korban penipuan harus mau memproses kasus tersebut agar nantinya tidak ada lagi kasus yang sama yang dilakukan oleh orang yang sama.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved