Info Wisata

Perempuan Haid Tetap Bisa ke Pulau Komodo, Ini Syaratnya

Komodo memiliki indra penciuman yang kuat, terutama terhadap bau darah. Namun, perempuan yang haid tetap bisa berkunjung dengan beberapa syarat.

Kompas.com/Julianus Ebol
Wisatawan berfoto dengan komodo dan ranger Sulaiman di TN Komodo, Pulau Rinca, NTT 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Berkunjung ke Taman Nasional Komodo tentu menjadi idaman sebagian traveler.

Taman nasional yang terdiri dari Pulau Padar, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo ini pernah menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO.

Saat itu, Kompas.com bersama rombongan rekan jurnalis lainnya dan Bank Indonesia menyambangi Pulau Komodo yang mempunyai luas lahan sekitar 300 hektare.

Ketika kamu mengunjungi Pulau Komodo, akan ada pemandu wisata alam di sana yang sudah terlatih menghadapi seekor komodo.

Jadi, wisatawan jangan berjalan tanpa ada pendampingan si natural guide ya!

Menurut salah satu pemandu wisata alam Pulau Komodo, Makasao menjelaskan, di sana terdapat berbagai macam hewan yang bisa saja menyerang selain komodo itu sendiri, sebagai contoh ular.

Katanya di Pulau Komodo terdapat empat jenis ular berbisa, termasuk jenis kobra dan ular derik yang merayap di batang-batang pepohonan dan semak belukar.

Selain itu, ada bayi komodo yang katanya masih jago memanjat pohon dibandingkan ukuran komodo yang besar.

Nah bagi perempuan, terutama wanita yang sedang mengalami menstruasi baiknya memberi informasi dahulu ke pemandu.

Makasao menyarankan, wanita yang sedang haid atau menstruasi saat berkunjung ke sana menjaga jarak dengan komodo dan tetap berdampingan dengan pemandu.

Oleh karena hewan karnivora tersebut sangat sensitif indera penciumannya terhadap bau darah.

Ada suatu kejadian, seorang turis asing asal Australia sedang mengalami haid.

Ironisnya, wisatawan asing ini justru tidak mengindahkan peringatan natural guide-nya agar menjaga jarak.

Untungnya, si turis asing itu masih dapat tertolong dengan respon cepat dari si pemandu menggunakan tongkat kayu yang ujungnya berbentuk huruf "Y".

Ada alasan dibalik bentuk tongkat tersebut karena dapat mencegah kepala komodo tidak menyerang.

Meskipun sudah ada kejadian penyerangan terhadap wanita yang sedang haid, tetapi tidak ada larangan untuk bisa berkunjung ke Pulau Komodo.

"Tidak ada larangan. Masih bisa, asal jangan jauh-jauh dari pemandunya," ujar Makasao memberikan instruksi kepada pengunjung, Selasa (10/12/2019).

Dia juga memberikan tips bagi pengunjung terutama wanita yang sedang haid, apabila terjadi serangan tiba-tiba dari seekor komodo.

Sebisa mungkin pengunjung berlari dengan cepat. "Kalau tidak bisa lari, maka coba dengan memanjat pohon!," saran dia selanjutnya.

Oleh sebab itu, pastikan pengunjung ke sana tidak membawa makanan berbau daging atau darah yang memicu komodo untuk menyerang atau menghampiri.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved