Tips

Kemenhub Imbau Masyarakat Teliti Saat Beli Tiket, Pastikan Jadwal dan Rute Sesuai

Libur Natal dan Tahun Baru, Kemenhub imbau masyarakat teliti saat membeli tiket pesawat. Perhatikan jadwal dan rute penerbangan, jenis penerbangan.

Instagram @livecockpits
Ilustrasi 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) imbau masyarakat untuk lebih teliti saat membeli tiket pesawat.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memberikan himbauan unutk semua calon penumpang khususnya pengguna transportasi udara untuk lebih teliti saat membeli tiket.

Melalui rilis yang diterima TribunTravel, Selasa (17/12/2019), himbauan ini ditujukan supaya masyarakat lebih bisa teliti dalam memilah dan memilih berbagai tempat pemesanan tiket.

Seperti melalui Travel Agent maupun secara online di Online Travel Agent (OTA).

"Saya mengimbau kepada masyarakat agar selalu teliti dan bijak dalam membeli tiket pesawat, baik itu melalui Travel Agent maupun OTA," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti di Jakarta, Senin, 16 Desember 2019.

Polana menuturkan jika masyarakat harus bisa teliti dalam memilih rute dan kelas penerbangan yang berkaitan erat dengan harga tiket pesawat.

"Pastikan bahwa rute dan kelas penerbangan yang dipilih adalah sesuai dengan yang dinginkan," lanjutnya.

Polana menambahkan jika Pemerintah telah mengatur tarif terkait tarif tiket batas atas (TBA) dan Tarif Batas Bawah (TBB) pesawat kelas ekonomi.

Ketentuan tarif tersebut dibagi dalam beberapa komponen yang bisa disimak masyarakat sebelum membeli tiket pesawat.

Seperti tarif jarak/ basic fare, PPn 10% dari tarif jarak, IWPU sebesar Rp5.000, dan PJP2U/ PSC.

Pemerintah tidak mengatur tarif dasar untuk penerbangan kelas bisnis karena harga tiket pesawat kelas bisnis lebih mahal dibanding kelas ekonomi.

Perbedaan harga tiket pesawat ini juga mengikuti klasifikasi penerbangan langsung (direct flight) dan tidak langsung (transit).

Untuk penerbangan tidak langsung (transit), baik itu 1 atau lebih dari 1 kali transit harga tiketnya akan jauh lebih mahal daripada harga tiket pesawat dengan penerbangan langsung.

Hal ini dikarenakan perhitungan penerbangan transit merupakan akumulasi tarif dari satu rute ke rute berikutnya.

Sebagai contoh, untuk rute penerbangan Jakarta (CGK) - Ambon (AMQ) dengan 1 kali transit di Makassar (UPG) maka perhitungan harga tiket yang berlaku adalah Jakartan (CGK)-Makassar (UPG) dan Makassar (UPG)-Ambon (AMQ).

Berdasarkan KM 106 tahun 2019, untuk penerbangan no frills, berlaku ketentuan Tarif Batas Atas (TBA) 85% x 3.040.000 = Rp 2.584.000.

Sementara untuk penerbangan full service, tetap berlaku tarif sesuai TBA yang diatur dalam KM 106 tahun 2019 yakni Rp 3.040.000.

Di layanan aplikasi OTA, pada rute Jakarta (CGK) - Ambon (AMQ) untuk keberangkatan tanggal 20 Desember di situs pemesanan Traveloka, untuk maskapai dengan layanan no frills seperti Lion Air, dengan 1 kali transit, diberlakukan tarif berkisar antara Rp 2.430.000 hingga Rp. 2.511.500.

Sementara untuk penerbangan no frills dengan 2 kali transit, berlaku tarif berkisar antara Rp 2.744.700 hingga Rp. 2.808.800.

Tidak hanya itu, harga yang berbeda juga tampak dari penerbangan dengan layanan full service.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved