Nasional

Wisata Indonesia Terkenal Murah, IATTA Sebut Program Destinasi Premium Indonesia Harus Dikaji Ulang

Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) sebut indeks persaingan perjalanan wisata global Indonesia ada di urutan ke-12 Asia di tahun 2019

Editor: Paschalis Serty Canny Widarsi
Instagram @jokowi
Jokowi Kembangkan Destinasi Wisata Indonesia, Manado Masuk Dalam Program 10 Bali Baru 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Indonesia berada di urutan ke-40 dunia dan ke-12 di Asia dalam indeks persaingan perjalanan wisata global Tahun 2019.

Hal ini disampaikan oleh Amalia Yunita, Sekretaris Jenderal Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) dalam acara diskusi "Share to Care", Rabu (18/12/2019).

Dalam acara yang digelar IATTA di Petogogan, Jakarta Selatan, Yunita menyampaikan kalau Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

"Ada banyak PR yang harus diselesaikan jika ingin mewujudkan pariwisata sebagai sektor utama penambah devisa negara," ujar penghubung para pelaku wisata petualang dengan pemerintah ini.

Ia menambahkan jika Indonesia masih jauh tertinggal di Asia.

"Sama India kita ketinggalan, dia di nomor 34, lalu Taiwan nomor 37. Kalau kita lihat di sini tersusun dari berbagai kriteria, Indonesia termasuk dalam wisata yang terbilang murah di Asia," kata Yunita di Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Yunita mengatakan Indonesia saat ini merupakan negara yang terkenal akan biaya murah wisatanya bahkan mengalahkan Thailand.

Namun di sisi lain, ia bersama IATTA melihat bahwa Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio sempat menggulirkan rencana wisata berbiaya tinggi.

Hal ini dinilai akan menjadi momok menakutkan bagi pelaku industri pariwisata Indonesia.

"Karena apa, di pikiran konsumen, wisatawan mancanegara itu sudah tahu, kalau mau wisata murah ya ke Indonesia. Jadi kami rasa bapak menteri baru butuh masukan dari kami pelaku pariwisata. Terlihat bahwa strategi ini belum dipikirkan atas dasar yang kuat. Kami akan menghadap menteri untuk bicarakan masalah ini," jelasnya.

Kemudian, Yunita juga menjelaskan bahwa Indonesia saat ini berada di urutan 20 terbawah Asia untuk Environmental Sustainability.

Ia mengatakan ini adalah angka merah untuk Indonesia dan menjadi pekerjaan rumah terbesar terkait wawasan lingkungan berkelanjutan.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved