Destinasi Sulut

Menyaksikan Kerangka Paus Sperma di Pulau Bangka, Sulawesi Utara

Pulau Bangka di Sulawesi Utara tidak hanya terkenal akan keindahan pantai pasir putihnya saja, tapi di sana juga terdapat kerangka Paus Sperma.

TRIBUN MANADO/PASCHALIS SERTY
Keindahan Laut di Pulau Bangka, Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Sulawesi Utara memiliki beberapa pulau yang terkenal dengan keindahan pantai pasir putihnya.

Selain itu, pulau-pulau tersebut juga dikenal sebagai lokasi snorkeling dan diving yang memiliki keindahan biota laut, terutama terumbu karang.

Salah satunya terdapat di Pulau Bangka yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara, Kecamatan Likupang Timur, Provinsi Sulawesi Utara.

Bukan hanya itu saja, di Pulau Bangka juga terdapat kerangka Paus Sperma atau Paus Kepala Kotak yang kerap dijadikan objek untuk berfoto para pengunjung.

Paus Sperma merupakan hewan terbesar dalam kelompok paus bergigi, sekaligus hewan bergigi terbesar di dunia.

Kerangka Paus Sperma di Pulau Bangka
Kerangka Paus Sperma di Pulau Bangka (Tribun Manado/Paschalis Serty)

Kerangka tersebut berada tidak jauh dari Mimpi Indah Resort dan diberi pembatas seutas tali tambang yang diikatkan pada beberapa patok bambu.

Di depannya terdapat sebuah papan yang menunjukkan kalau kerangka Paus Sperma ini sudah ada di sana sejak 15 Juni 2011.

Menurut salah seorang warga Desa Lihunu, Sandra, paus tersebut ditemukan terdampar di sekitar resort.

"Terdampar di bakau sekitar resort dalam kondisi sudah tewas," kata guru SD GMIM 66 Lihunu ini.

Kerangka Paus Sperma itu dijaga oleh warga dan pemilik resort, terlihat dari tulang yang masih utuh dan dalam kondisi yang baik.

Tidak jauh dari kerangka paus, terdapat makam dugong dan anjing.

Makam Dugong dan Anjing di Pulau Bangka
Makam Dugong dan Anjing di Pulau Bangka (Tribun Manado/Paschalis Serty)

Makam tersebut terlihat menonjol karena nisannya berbentuk patung dugong dan anjing, serta terdapat kalung warna-warni hasil karya warga sekitar.

Pada nisan dugong terdapat tulisan 'Our Beloved Biung' dan tanggal kematian, yaitu 22 Januari 2011.

Sedangkan di nisan anjing terdapat tulisan 'RIP Simba', meninggal pada tanggal 12 Februari 2016.

Sandra menjelaskan kalau dugong tersebut ditemukan oleh teman-teman Yayasan Suara Pulau dalam kondisi terluka.

Yayasan Suara Pulau bahkan sempat mengobati dan menyelamatkan dugong tersebut di kolam yang terletak tidak jauh dari pesisir pantai.

"Dugong ditemukan dalam keadaan luka, tapi tidak bertahan lama lalu mata," tutur Sandra.

Makan anjing bernama Simba sendiri merupakan anjing peliharaan Mimpi Indah Resort yang mati karena sakit.

Sandra mengimbau kepada seluruh warga dan pengunjung yang datang ke Pulau Bangka untuk bersama-sama menjaga kebersihan alam dengan membuang sampah pada tempatnya.

"Kalau lingkungan laut kita bersih maka habitatnya juga akan dapat bertahan hidup, terlebih alam kita akan semakin terlihat indah," tutupnya.

BACA JUGA :

3 Tips Menghadapi Banjir Saat Berwisata

5 Cara Menjaga Kesehatan Tubuh Saat Traveling

5 Tips Merapikan Barang Pasca Liburan

TONTON JUGA :

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved