Tren 2020

Mengenal Slow Travel dan JOMO, Tren Travel 2020

Slow Travel & Joy of Missing Out (JOMO) akan menjadi tren traveling di tahun 2020. Menurut Skyscanner, peminat Slow Travel naik jadi 24% dan LOMO 10%.

Shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Solo traveling menjadi gaya bepergian paling populer di tahun 2019.

Berdasarkab data daru hasil survei situs perjalanan Skyscanner, sebanyak 22 persen responden sudah pernah melakukan solo traveling di tahun 2019.

Dengan solo traveling, seorang pelancong bisa dengan bebas menentukan tempat wisata yang ingin dikunjungi dan makanan apa saja yang ingin dicoba.

Berbeda dengan jika bepergian bersama rombongan, yang harus penuh dengan kompromi.

Namun, tren perjalanan tersebut kemungkinan akan berubah.

Sebab, ada tren perjalanan baru bernama Slow Travel.

Menurut survei yang sama, 18 persen pelancong yang menjadi responden telah melakukannya pada tahun 2019.

Skyscanner memprediksi pada tahun 2020, penggemar Slow Travel akan naik menjadi 24 persen.

Ketika pulang dari suatu tempat sehabis liburan, terkadang seseorang tidak merasa senang melainkan merasa lelah.

Berdasarkan survei, beberapa pelancong asal Korea Selatan dan Jepang merasa bahwa mereka harus memiliki waktu ekstra sebelum melanjutkan eksplorasi.

Terinspirasi dari Slow Food Movement, gaya perjalanan Slow Travel lebih terfokus pada koneksi yang dibangun pelancong dengan destinasi wisata tersebut.

Selain itu, pelancong juga diharapkan dapat terhubung dengan teman seperjalanan melalui cara hidup dan bepergian yang lebih santai.

Entah perjalanan itu memakan waktu selama seminggu atau hingga uang habis, Slow Travel memprioritaskan perjalanan santai yang panjang dan juga aktivitas yang tak dijadwalkan sebelumnya.

Dari survei tersebut, pelancong asal Taiwan dan Hong Kong masing-masing menempati peringkat pertama dan kedua.

Masing-masing menyumbang 23 persen dari kesuluruhan responden yang berminat pada gaya Slow Travel.

Sementara itu, Korea Selatan menduduki peringkat pertama dengan persentase sebanyak 31 persen yang berminat untuk mencoba Slow Travel pada tahun 2020.

JOMO

Tren perjalanan lain yang tidak kalah menarik adalah JOMO.

JOMO, singkatan dari Joy of Missing Out, menarik peminat sebanyak 10 persen dalam survei tersebut.

Tren ini adalah pelancong yang bertujuan untuk mengunjungi destinasi wisata dengan sedikit turis, karena mengunjungi destinasi wisata populer dianggap sebagai sesuatu yang sudah biasa.

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved