Berita Sulut

Manager Richeese Factory Manado Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos-Kosan

Manager Richeese Factory, Rosna Sartika Kandong dan suaminya ditemukan meninggal dunia di kamar kos-kosan pada Sabtu (11/1/2020).

Tribun Manado/Fistel Mukuan
Richeese Factory Megamall Manado 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Manager Richeese Factory, Rosna Sartika Kandong ditemukan meninggal dunia di kamar kos-kosan pada Sabtu (11/1/2020).

Ia diketahui baru menikah pada November 2019 dengan Gung Akbar.

Gung sendiri merupakan seorang PNS.

Rosna bekerja di Richeese Factory yang terletak di Ground Megamall dekat pintu keluar samping kiri Megamall, di depan toko Buccheri Manado, Sulawesi Utara.

Karyawan Richeese Factory, Alvian Paila membenarkan jika wanita 27 tahun itu adalah manager di tempatnya bekerja.

"Bulan Februari akan genap setahun dibukanya Richeese Factory ini, dan semenjak dibukanya dia sudah manager," kata Alvian (22).

Alvian dan rekan-rekannya menambahkan jika Rosna merupakan sosok yang santai dan tidak banyak berbicara tentang kehidupan pribadinya.

"Orangnya baik dan tidak pernah memarahi rekan-rekan kerja disini," akunya.

Alvian sendiri belum pernah melihat sosok suami Rosna, Gung Akbar.

Hal ini karena saat Rosna dan Gung menikah dirinya tidak memenuhi undangan pernikahan tersebut.

"Ada dapat undangan di pernikahannya, tapi karena kesibukan tidak sempat hadir," jelasnya.

Jam kerja di Richeese Factory sendiri dibagi menjadi dua shift, pagi sampai sore dan sore sampai malam.

Terakhir Alvian melihat Rosna sebelum dirinya meninggal dunia.

"Sebelumnya, Rosna sempat mengikuti training di Jakarta," tambahnya.

Gung Akbar dan Rosna Sartika Kandong semasa hidup
Gung Akbar dan Rosna Sartika Kandong semasa hidup (kolasetribunmanado/Facebook Sartikaa)

Kasat Reskrim, AKP Thommy Aruan mengungkapkan kronologi penemuan mayat suami istri tersebut berawal saat teman korban perempuan mendatangi kos-kosannya atas perintah dari atasan.

Rosna yang seharusnya sudah mulai bekerja pukul 14.00 Wita tapi hingga pukul 16.00 Wita tidak juga datang ke tempat kerja.

Andika Otaya (19), teman kantor korban saat itu mengintip ke dalam kamar.

Ia melihat bercak darah di dinding kamar, dan bersama penjaga mendobrak pintu kamar korban.

Mereka melihat kedua korban sudah dalam keadaan tak bernyawa dan berlumuran darah.

AKP Thommy Aruan beserta anggota Sat Reskrim Polresta Manado masih menunggu hasil autopsi di RS Bhayangkara.

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved