Virus Corona

Wabah Virus Corona, Sejumlah Maskapai Penerbangan Alami Kerugian

Wabah virus Corona diduga berasal dari Wuhan, China. Sejumlah maskapai penerbangan alami kerugian karena pembatalan penerbangan.

Wabah Virus Corona, Sejumlah Maskapai Penerbangan Alami Kerugian
Forbes
Wabah Virus Corona di Wuhan, China 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Maskapai penerbangan dan para penumpang mulai bersiaga menghadapi virus Corona yang diduga berasal dari Wuhan, China.

Dilansir laman Reuters, berikut adalah respon pihak dari industri maskapai penerbangan terkait wabah virus Corona, serta potensi kerugian finasial jika dibandingkan kasus SARS pada tahun 2003.

Apa dampak finansial yang mungkin akan terjadi pada maskapai penerbangan?

Kekhawatiran terbesar terkait masalah ini adalah jatuhnya permintaan perjalanan jika virus ini menjadi pandemi.

Menurut International Air Transport Association (IATA), saat wabah SARS mencapai puncaknya pada April 2003, jumlah penumpang di Asia jatuh hingga 45 persen.

Bahkan, maskapai penerbangan Cathay saat itu membatalkan sekitar 405 penerbangan mereka dan melaporkan kerugian finansial.

Hal yang sama terjadi pada Singapore Airlines, Japan Airlines, dan ANA Holdings.

Kondisi ini tak lepas dari industri penerbangan yang memiliki ketergantungan tertentu pada traveler dari China.

Seorang perempuan melintas di depan pasar ikan di Kota Wuhan, China, yang ditutup terkait dugaan sebagai lokasi awal merebaknya virus misterius di negara itu, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat.
Seorang perempuan melintas di depan pasar ikan di Kota Wuhan, China, yang ditutup terkait dugaan sebagai lokasi awal merebaknya virus misterius di negara itu, Minggu (12/1/2020). Virus misterius mirip pneumonia telah menjangkiti puluhan orang dan menelan korban jiwa kedua di China, menurut pemerintah setempat. (AFP/NOEL CELIS)

Di Australia, misalnya, ada sekitar 15 persen kedatangan internasional yang dilakukan para traveler dari China.

Jumlah tersebut, menurut Moody's rating service, meningkat dari sebelumnya hanya empat persen pada 2003.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Paschalis Serty Canny Widarsi
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved