Fakta Unik

Ini 10 Fakta Unik Sushi, Makanan Khas Jepang yang Pernah Jadi Alat Pembayaran Pajak

Restoran Sushi kini semakin mudah ditemukan di kota-kota di Indonesia.

Editor: Ventrico Nonutu
Instagram/@foodfillingthoughts
Sushi makanan khas Jepang. 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Sushi telah menjelma menjadi makanan yang sangat terkenal.

Makanan khas Jepang ini kini telah mendunia.

Bahkan, restoran sushi kini semakin mudah ditemukan di kota-kota di Indonesia.

Meski sudah terkenal, ada beberapa fakta tentang sushi yang masih belum banyak diketahui.

TONTON JUGA

1. Menurut Oxford English Dictionary, penyebutan kata 'sushi' yang paling awal dalam bahasa Inggris dapat ditemukan dalam sebuah buku tahun 1893 berjudul Japanese Interior.

Namun, ada referensi sporadis untuk kata sushi di berbagai sumber tulisan bahasa Inggris lainnya yang berasal dari tahun 1873.

2. Bertolakbelakang dengan kepercayaan populer, sushi tidak berasal dari Jepang, melainkan di daerah penanaman padi di Asia Tenggara lebih dari dua ribu tahun yang lalu di sepanjang Sungai Mekong.

Teknik pembuatan sushi kemudian menyebar ke daerah lain.

Akhirnya sushi muncul di Jepang sekitar abad ke-8 Masehi.

3. Ketika pertama kali diperkenalkan kepada masyarakat Jepang, sushi bernilai cukup tinggi.

Sampai-sampai orang-orang diizinkan menggunakan sushi untuk membayar pajak.

4. Nasi sushi disebut sumeshi (beras rasa cuka) atau shari.

Kata 'shari' secara harfiah berarti "jenazah Buddha," karena warna nasi yang sangat putih mengingatkan orang akan murninya jasad Buddha.

5. Sushi dapat disiapkan dengan nasi cokelat atau putih, dan ikan mentah atau dimasak.

Ikan mentah yang diiris dan disajikan sendirian disebut sashimi, yang berarti "tubuh yang ditusuk."

6. Cara tradisional dan benar untuk makan sushi adalah dengan tangan langsung, bukan dengan sumpit.

Namun, makan sashimi harus dilakukan dengan sumpit.

Sushi sebaiknya dimakan segera dan dalam satu atau dua gigitan.

7. Beberapa penyakit yang dapat ditularkan lewat makan sushi termasuk cacing herring, cacing gelang, dan parasit lainnya.

Sushi juga dapat menyebabkan infeksi bakteri.

8. Sampai belum lama ini, perempuan dilarang menjadi koki sushi.

Sebab, dipercaya minyak rambut dan make-up mereka akan mengubah rasa dan aroma sushi.

Perempuan juga dianggap memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi, terutama saat menstruasi.

Sehingga tangan mereka akan dianggap lebih hangat dan dapat merusak ikan yang dingin.

9. Koki Sushi memiliki pelatihan paling sulit dari semua jenis koki profesional.

Mereka harus tahu cara menyiapkan seafood mentah, tahu ikan mana yang mengandung parasit berbahaya, dan tahu benar tentang cara menghilangkannya.

Koki sushi juga harus tahu tentang perubahan biokimia yang terjadi setelah ikan atau seafood lainnya mati.

10. Pembuatan sushi dalam cara yang lebih tradisional masih dipraktikkan di beberapa kawasan pedesaan di Jepang.

Misalnya, funa-zushi yang terbuat dari ikan mas air tawar lokal.

Cara mengolahnya, ikan mas diasinkan dengan beras dan garam selama setahun.

Aroma yang kuat dan rasa yang khas dari ikan yang diasinkan ini mirip dengan keju Roquefort yang matang.

 

(TribunTravel.com/Rizki A. Tiara)

https://travel.tribunnews.com/2020/05/13/10-fakta-unik-sushi-pernah-jadi-alat-pembayaran-pajak-di-jepang

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved