Terjebak di 2 Negara Selama 3 Bulan Lockdown, Turis Indonesia: Pahit, Tapi Ambil Positifnya Saja

Salah seorang turis asal Indonesia bernama Ezta Lavista berbagi cerita pengalamannya kala berwisata di masa pandemi virus corona.

Instagram/@camper.593
Danau Quilotoa, Ekuador. 

Kegiatan selama berada di Ekuador pada masa lockdown

Berada di dua negara yang menerapkan kebijakan lockdown membuat pergerakan Ezta selalu diawasi pemerintah setempat.

Ia bercerita selama dua bulan berada di Quito, ibukota Ekuador, dirinya sangat jarang keluar rumah.

Pemerintah Ekuador menerapkan kebijakan orang hanya boleh keluar dengan alasan penting seperti ke supermarket dan rumah sakit untuk urusan medis.

Pemerintah juga menerapkan kebijakan pembatasan waktu beraktivitas di luar rumah yaitu pukul 05.00 hingga 14.00 waktu setempat.

Sementara itu, untuk waktu di atas pukul 14.00 hingga pukul 05.00 pagi, semua orang wajib berada di rumah.

"Jadi memang benar-benar teratur. Penduduknya di sana kan ada sekitar 3 juta orang, hitungannya kota padat penduduk, tapi mereka semua paham akan kondisi ini, jadi ada jaga jarak dan lainnya," jelas Ezta.

Selain itu, di tempat penginapan Ezta tinggal, protokol kesehatan Covid-19 juga diadakan.

Ia mencontohkan pengadaan genangan air berisi clorox atau pemutih untuk disinfektan alas kaki.

"Jadi ketika saya masuk ke pintu penginapan itu, siapa saja, pasti harus menaruh alas kakinya di genangan air berisi clorox tersebut," katanya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Ventrico Nonutu
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved