Fakta Unik

Tidak Banyak yang Tahu Sejarahnya, Masjid Al Bidya Sudah Ada Sejak 1440-an, Simak Fakta Uniknya

Kemungkinan masjid sudah berdiri sejak tahun 1450–1670 adalah 95 persen, sementara kemungkina pada 1480–1650 adalah 68 persen.

Editor: Ventrico Nonutu
Instagram/@freedomreign2003
Masjid Al Bidya, UEA. 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Masjid Al Bidya merupakan salah satu masjid yang ada di Uni Emirat Arab (UEA)

Masjid yang juga dikenal sebagai Masjid Al-Badiyah terletak tepatnya di Al-Badiyah, Fujairah.

Lokasinya tepat berada di Jalan Fujairah – Dubai.

Mengutip Atlas Obscura, masjid tersebut dipercayai sebagai masjid tertua di UEA dan sudah ada sejak tahun 1446.

TONTON JUGA

Mengutip laman resmi UNESCO World Heritage Centre, beberapa fragmen kecil dari arang yang terletak di matriks dinding asli di fondasi masjid pernah dikirim ke Rafer Radiocarbon Laboratory di Selandia Baru. 

Hal ini dilakukan untuk mengetahui tahun pasti masjid tersebut didirikan.

Hasil menunjukkan, konstruksi masjid berada dalam rentang 220 tahun.

Artinya, konstruksi masjid berada di antara pertengahan abad ke-15 dan pertengahan abad ke-17.

Kemungkinan masjid sudah berdiri sejak tahun 1450–1670 adalah 95 persen, sementara kemungkina pada 1480–1650 adalah 68 persen.

Asal-usul dibangunnya Masjid Al Bidya tetap menjadi sebuah misteri.

Para tetua setempat bahkan tidak tahu banyak tentang sejarahnya. 

Kendati demikian, mengutip The National, tepat di belakang masjid merupakan beberapa menara dari benteng Portugal yang sudah berdiri sejak lebih dari 200 tahun lalu.

Para warga Portugal yang membuat benteng turut menyertakan gambar Masjid Al Bidya dalam dokumen sejarah.

Pemilihan nama berdasarkan wilayah

Sebagian besar masjid mungkin diberi nama yang memiliki arti tersendiri. Namun beda halnya dengan Masjid Al Bidya.

Sebab, masjid diberi nama berdasarkan wilayah masjid tersebut didirikan yaitu di wilayah Al-Badiyah.

Al-Badiyah merupakan sebuah desa besar yang membentuk beberapa desa lainnya seperti Al Fai, Al Jubai, Haqeel, Twai Bin Saada, Al Hara, dan Al Telae.

Masjid dibangun menggunakan bebatuan dan lumpur

Masjid Al Bidya, menurut Youngtimes.com, sebagian besar dibangun hanya menggunakan berbagai jenis batu dan lumpur.

Bangunan tersebut tidak menggunakan semen atau lantai sama sekali.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved