Ada Yunani hingga Selandia Baru, Ini 6 Negara yang Bakal Dibuka Kembali untuk Wisatawan, Indonesia?

Setelah beberapa bulan memberlakukan lockdown, beberapa negara sedang bersiap untuk mencabut sebagian pembatasan perjalanan terkait virus corona.

Editor: Ventrico Nonutu
Tribunnews.com
Sydney Opera House, Australia. 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Setelah beberapa bulan memberlakukan lockdown, beberapa negara sedang bersiap untuk mencabut sebagian pembatasan perjalanan terkait virus corona.

Menurut The Washington Post, Rabu (20/5/2020), hal tersebut dilakukan guna memungkinkan pariwisata dimulai kembali secara berhati-hati.

“Pesan kami adalah kami akan memiliki musim pariwisata pada musim panas ini. Meskipun dengan langkah keamanan dan keterbatasan,” kata Economic Affairs Commisioner Uni Eropa (UE) Paolo Gentiloni pekan lalu kepada BBC, mengutip The Washington Post.

Berdasarkan rilis berita dari Komisi Eropa, tujuannya adalah untuk membantu sektor pariwisata UE pulih dari pandemi.

Hal yang dilakukan adalah dengan mendukung bisnis dan memastikan bahwa Eropa kembali menjadi destinasi nomor satu bagi pengunjung.

Terdapat beberapa peraturan menyeluruh yang harus ditunggu pleh wisatawan non-Eropa hingga setidaknya 15 Juni sebelum memulai kunjungan.

Namun banyak dari pelonggaran pembatasan akan diserahkan pada masing-masing negara. Misalnya Britania Raya, Perancis, dan Irlandia.

Mereka telah setuju untuk memperbolehkan perjalanan di antara mereka tanpa memerlukan karantina 14 hari di tujuan akhir.

Lantas, bagaimana dengan negara lain?

Spanyol

Di luar Valencia, tepatnya di kota pantai Canet d’en Berenguer, para petinggi tengah memperhitungkan jaga jarak dengan sebuah sistem yang memungkinkan pengunjung pantai untuk membuat janji menggunakan aplikasi.

Pantai akan dibagi dalam kotak situs yang jauh secara sosial dengan waktu kedatangan yang diatur sedemikian rupa (staggered). Ada juga pilihan untuk memilih slot pagi atau siang, namun tidak bisa keduanya.

Secara keseluruhan, pembatasan akan memungkinkan maksimum 5.000 orang per hari. Sekitar setengah dari kapasitas normal pantai.

“Musim panas ini akan sangat berbeda. Akan ada banyak sekali ruang antara tetanggamu layaknya pantai kelas bisnis,” kata Wali Kota Canet d’en Berenguer, Pere Joan Antoni Chorda, kepada CNN.

Islandia

Saat Islandia membuka kembali perbatasannya pada 15 Juni, mereka akan mengharuskan seluruh pendatang untuk mengambil tes Covid-19, setuju untuk dikarantina selama dua minggu, atau menyerahkan dokumen resmi yang menyatakan hasil tes negatif terbaru.

Apa pun pilihannya, wisatawan harus mengunggah aplikasi pelacakan kontak. Islandia telah menguji lebih dari 13 persen populasinya.

Hal tersebut lebih tinggi dari negara mana pun di dunia.

“Strategi Islandia akan pengujian skala besar, pelacakan, dan isolasi telah terbukti efektif sejauh ini,” kata Menteri Pariwisata Thordis Kolbrun Reykfjord Gylfadottir dalam sebuah pernyataan.

Hingga saat ini, Islandia melaporkan hanya memiliki sepuluh kematian terkait dengan virus corona sejak pandemi dimulai.

Yunani

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved