Siap Hadapi New Normal, Candi Borobudur, Prambanan, dan Boko Dibuka Awal Juni

PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) akan membuka operasional taman wisata candi untuk pengunjung pada awal Juni.

Editor: Ventrico Nonutu
Instagram/@jogjaviral
Candi Prambanan 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Penyebaran wabah Corona membuat berbagai tempat wisata di Indonesia ditutup sementara.

Penutupan dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Setelah ditutup selama beberapa bulan, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) akan mulai membuka operasional taman wisata candi untuk pengunjung pada awal Juni.

Rencananya, seluruh pengunjung taman wisata candi akan melewati pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk.

Lalu, pihak TWC akan memberi atau memasang stiker penanda suhu tubuh pada pengunjung.

TONTON JUGA

Menurut dia, stiker penanda suhu tubuh ini terdiri tiga warna.

Tiga warna itu antara lain:

  • Stiker warna hijau untuk suhu tubuh di bawah 37,5 derajat celcius, yang artinya boleh masuk ke kawasan taman wisata candi.
  • Stiker warna kuning untuk suhu tubuh 37,5 hingga 37,7 celcius
  • Stiker warna merah untuk suhu tubuhnya di atas 38 derajat

Ia mengatakan, pemberian stiker penanda ini bukan untuk menciptakan ketakutan, tetapi memberikan perhatian.

Akan ada "customer service" yang secara khusus memberikan edukasi kepada pengunjung berstiker kuning.

"Sedang bagi yang berstiker merah, diarahkan ke klinik kesehatan dan akan mendapatkan 'treatment'," katanya.

Jika pengunjung tersebut datang sendiri, lanjutnya, akan diarahkan untuk pulang.

Komplek Candi Borobudur, Magelang
Komplek Candi Borobudur, Magelang (TribunTravel/rizkytyas)

Namun kalau bersama rombongan, maka wajib menunggu di klinik dan tidak diizinkan masuk ke kawasan taman wisata candi.

Edy menambahkan, untuk mengurangi interaksi antara petugas dan pengunjung, PT TWC menerapkan pembayaran sebagian loket "ticketing" secara "cashless" (nontunai) di semua destinasi.

"Kemudian sebagai upaya menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan pedagang kaki lima, juga diterapkan protokol Covid-19 di area pedagang, serta menyiapkan pelayanan kesehatan yang prima dengan tenaga dan ruang medis yang memadai," katanya. 

PT TWC direncanakan akan membuka kembali operasional taman wisata candi beserta fasilitasnya pada awal Juni 2020 setelah mengalami penutupan kurang lebih selama tiga bulan akibat pandemi Covid-19.

Terapkan protokol Covid-19

Ia mengatakan, pembukaan kembali taman wisata candi ini tentunya juga memperhatikan imbauan dari pemerintah pusat khususnya dari Kementerian BUMN dengan menerapkan protokol Covid-19.

"Taman Wisata Candi pada saat dibuka nanti telah siap menuju 'The New Normal' Pariwisata. Saat ini berbagai persiapan telah dilakukan dengan memperbaiki dan meningkatkan standar kualitas pelayanan menuju pariwisata yang bersih, sehat, dan aman untuk menerima seluruh wisatawan yang berkunjung," katanya.

Ia mengatakan, hal ini sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang akan menerapkan program CHS (Cleanliness, Health, and Safety) di setiap destinasi pariwisata.

"Program ini dinilai penting, karena pandemi ini telah membuat perilaku manusia berubah. Masyarakat jauh lebih peduli terhadap faktor-faktor kebersihan, kesehatan, dan keamanan termasuk dalam melakukan aktivitas berwisata," katanya.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bakal Ada Stiker Penanda Suhu Tubuh untuk Pengunjung Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko",

https://travel.tribunnews.com/2020/05/25/hadapi-new-normal-pengunjung-wisata-candi-borobudur-prambanan-dan-boko-bakal-pakai-stiker-penanda

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved