Museum Ini Jadi Tempat untuk Belajar Kehidupan Tahanan di Penjara, Simak Fakta Uniknya

Kota Abashiri di timur laut Hokkaido menjadi lokasi penjara paling terkenal dan paling ditakuti di Jepang.

Editor: Ventrico Nonutu
Instagram/@allysonw58
Abashiri Prison Museum 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Kota Abashiri di timur laut Hokkaido menjadi lokasi penjara paling terkenal dan paling ditakuti di Jepang.

Hanya penjahat paling kakap yang dibawa ke tempat terlarang di Laut Okhotsk ini di mana musim dingin yang keras membawa es Siberia ke pantai.

Kehidupan di penjara ini sangat keras, sel-selnya penuh dengan sipir yang ketat dan tidak mentoleransi bahkan pelanggaran terkecil sekalipun.

TONTON JUGA

Asal-usul Penjara Abashiri

TribunTravel melansir dari laman japanvisitor, Penjara Abashiri mulai beroperasi dari 1890 hingga 1984.

Kemudian situs itu dibersihkan dan sebagian besar struktur dengan hati-hati dipindahkan dari tepi kota Abashiri ke situs baru di lereng Gunung Tento.

Di situs aslinya, dibangun fasilitas pemasyarakatan modern yang masih digunakan sampai sekarang.

Penjara tua diciptakan kembali sebagai museum.

Baru-baru ini sebagian dirombak - dengan sentuhan tambahan.

Tujuan pendirian museum ini adalah untuk menunjukkan bagaimana penjara mampu membuat para pelanggar merefleksikan diri mereka sendiri dan perbuatan mereka.

Pahlawan Abashiri

Pada tahun 1890, perbatasan di Asia Timur masih belum jelas.

Jepang mengklaim Hokkaido, tetapi pemerintah Meiji takut kekaisaran Rusia mendekati bagian utara pulau yang masih dalam keadaan mirip dengan Siberia.

Tanah ini harus dikembangkan dengan cepat.

Maka pada musim semi 1890, sekelompok tahanan pertama dikirim ke desa nelayan Abashiri yang berlokasi strategis.

Para tahanan datang dari seluruh Jepang dan tugas pertama mereka adalah membangun jalan yang menghubungkan Abashiri ke pos terdepan yang dekat dengan Asahikawa di Hokkaido Tengah.

Pekerjaan jalan sangat sulit.

Semuanya harus dilakukan secara manual.

Pohon-pohon ditebang, jalanan dibersihkan, jembatan dibangun.

Karena pengerjaannya yang manual dan berat, kecelakaan sangat umum terjadi.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved