Cerita Unik Desa Pancasila, Dihuni Para Transmigran yang Hidup Rukun dan Bertoleransi

Penduduk desa tersebut merupakan transmigran dari berbagai wilayah di Indonesia.

Editor: Ventrico Nonutu
TribunJatim.com
Desa Pancasila 

Rumah-rumah tersebut mengelilingi sebuah lapangan besar di tengah desa.

Di salah satu sisi lapangan, kamu bisa melihat sebuah masjid berukuran besar.

Berbagai sudut lapangan kerap dijadikan tempat sapi-sapi mencari makan.

Sementara base camp pendaki milik Syaiful terletak di salah satu sisi lapangan.

Kendati letak Desa Pancasila dekat dengan Pintu Rimba, namun akses menuju ke sana terbilang cukup mudah.

Pendaki harus melanjutkan perjalanan darat usai melakukan perjalanan laut atau udara.

Mereka yang datang melalui Pelabuhan Poto Tano harus melanjutkan perjalanan selama 8 jam menggunakan mobil carteran.

Sementara di Bandara Bima, mereka yang tiba harus melanjutkan perjalanan menggunakan bus umum dan menempuh waktu sekitar 4 – 5 jam.

Bus tersebut hanya beroperasi hingga 16:00 WITA.

Seperti namanya, "Pancasila", desa ini memiliki penduduk yang rukun dan saling bertoleransi satu sama lain.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved