Ini Fakta Menarik Gurita Cincin Biru, Ternyata Merupakan Hewan Laut yang Mematikan

Meski terlihat mungil dan menggemaskan, Gurita Cincin Biru adalah satu hewan paling mematikan di dunia.

Editor: Ventrico Nonutu
Tribunnews.com
Gurita Cincin Biru 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Laut dihuni oleh berbagai macam hewan.

Diantara para hewan penghuni laut, beberapa diantaranya sangat mematikan.

Salah satu hewan mematikan di laut yaitu Gurita Cincin Biru

Meski terlihat mungil dan menggemaskan, Gurita Cincin Biru adalah satu hewan paling mematikan di dunia.

Sefalopoda kecil ini memang tidak memiliki gigi setajam silet atau bahkan kemampuan untuk melakukan gerakan cepat, tetapi ia menghasilkan neurotoksin yang dapat membuat korbannya lumpuh hingga akhirnya tewas.

Cincin biru dan hitamnya muncul ketika hewan itu merasa terancam, moluska yang tampaknya tidak berbahaya memiliki neurotoksin berbisa, yang dikenal sebagai tetrodotoxin, yang dilepaskan melalui kelenjar ludahnya.

TONTON JUGA

Tetrodotoxin 1.000 kali lebih mematikan daripada sianida dan jumlah cairan beracun yang dibawa oleh sefalopoda kecil dapat menyebabkan kematian hingga 26 orang sekaligus, atau membuat seseorang lumpuh, 24 jam setelah kontak awal.

Lebih buruk lagi, tidak ada penawar racun yang diketahui.

Anatomi dan Habitat

Dilansir TribunTravel dari laman allthatsinteresting.com, gurita cincin biru, yang secara ilmiah dikenal sebagai Hapalochlaena maculosa , berdiameter kurang dari lima inci, beratnya hanya satu ons, dan memiliki delapan lengan fleksibel yang bisa digunakan.

Meskipun kelenjar ludahlah yang menghasilkan neurotoksin yang fatal dan melumpuhkan, zat ini didistribusikan ke seluruh bagian tubuh, terutama lengan dan perut.

Delapan lengan mereka ditutupi dengan bantalan isap seperti kebanyakan gurita lainnya.

Gurita cincin biru ini memiliki umur yang cukup pendek.

Dari bayi seukuran kacang hingga bola ping-pong dewasa, gurita biasanya bertahan tidak lebih dari tiga hingga empat tahun.

Gurita cincin biru berada dalam kelas moluska sefalopoda karena mereka memiliki tubuh yang lembut yang mengingatkan pada siput dan siput.

Cara Kerja Neurotoksin yang Mematikan

Neurotoxin, tetrodotoxin, juga ditemukan pada ikan buntal dan digunakan oleh gurita untuk berburu .

Setelah mangsa didapatkan- apakah itu kepiting, udang, atau ikan - gurita harus menembus melalui kerangka luarnya.

Setelah lapisan pelindung itu meresap, gurita mengeluarkan racunnya ke dalam aliran darah hewan itu.

Akhirnya, mangsa akan mati rasa, dan kemudian lumpuh.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved