Jadi Tempat Presiden Donald Trump dan Keluarganya Mengungsi, Ini Fakta Unik Bunker Gedung Putih AS

Kerumunan masa yang datang membuat situasi memanas, karena mereka melempari gedung petung putih dengan batu, dan mendorong pagar.

Editor: Ventrico Nonutu
Tribunnews.com
Ilustrasi bunker yang ada di Gedung Putih. 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Protes besar-besaran terjadi di Washington DC pada pekan lalu.

Hal ini dilakukan warga setelah pria berkulit hitam bernama George Floyd meninggal akibat ditindih oleh polisi Amerika.

Alhasil, tindakan itu membuat rakyat Amerika menuntut keadilan atas pembunuhan atas tuduhan rasisme.

Ketidakamanan situasi ini membuat pemerintah AS membuat tindakan darurat, dengan capat membawa Donald Trump, Melania Trump bersama anaknya ke bunker bawah tanah.

Pada saat itu kita mendengar bunker bawah tanah milik Amerika, sedikit kita ketahui tentang fakta di baliknya.

Menurut, eva.vn, bunker tersebut disebut sebagai Pusat Operasi Darurat Presiden  (PEOC) di bawah Sayap Timur di Gedung Putih.

Dibangun pada awal tahun 40-an, saat Amerika berpartisipasi dalam Perang Dunia II, oleh Presiden AS Franklin Delano Roosevelt.

PEOC dikatakan bukan tempat sembarangan, melainkan tempat teraman dan pusat kontak bagi Presiden AS dan faktor penting lain dalam situasi darurat.

Pengganti Roosevelt, Hary Truman memperluas PEOC dan melakukan pembongkaran total.

PEOC digunakan Presiden Amerika dalam berbagai peristiwa besar, seperti Prang Dunia II, insiden 11 September 2001.

Selama insiden 11 September 2001, Presiden George W Bush bersama ibu negara Laura Bush, bersembunyi di PEOC.

Namun sejak itu, Bush mengatakan PEOC dianggap tidak memenuhi syarat, untuk membuat presiden dan pembantunya melakukan tugas dengan efektif dalam keadaan darurat.

Sehingga Gedung Putih melakukan proyek  lain untuk membangun tempat berlindung yang lebih besar.

Ruangan bawah tanah 5 lantai di bawah North Lawn, atau halaman gedung putih.

Tempat itu diyakini sangat efektif, seorang penulis bernama Ronald Kessler mengatakan, tidak mungkin Presiden meninggalkan Washington meski dalam keadaan darurat.

Maka membuat bunker lebih luas adalah upaya terbaik.

Pada 2010, Administrator Layanan AS (GSA) menerapkan proyek tersebut di Sayap Barat Gedung Putih.

Namun, proyek ini disembunyikan dan dikatakan sebagai proyek peningkatan infrastruktur Gedung Putih.

GSA dirahasiakan dari pandangan orang-orang, selain itu struk pembangunan juga disembunyikan.

Ruangan ini sepenuhnya terisolasi di bawah tanah, dan bisa melindungi diri dari radiasi  dan serangan nuklir.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved