Mengenal Benteng Pendem Ambarawa, Objek Wisata Bersejarah Peninggalan Kolonial Belanda

Nama Ambarawa kian terkenal pasca kemerdekaan Republik Indonesia yakni munculnya Palagan Ambarawa.

Editor: Ventrico Nonutu
Instagram/@dewisusanti457
Benteng Pendem Ambarawa 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Indonesia memiliki sejarah yang panjang.

Sejarah masa lalu yang terkenal di Indonesia salah satunya yaitu Ambarawa.

Nama Ambarawa kian terkenal pasca kemerdekaan Republik Indonesia yakni munculnya Palagan Ambarawa.

Satu peninggalan kolonial Belanda yang ada di Ambarawa adalah Benteng Pendem Ambarawa.

TONTON JUGA

Namun masyarakat lebih sering menyebutnya dengan Benteng Pendem Ambarawa.

Dalam bahasa jawa kata pendem berarti terpendam, karena bangunan ini terletak di bawah tanah.

Benteng Pendem ini dibangun pada masa kekuasaan Kolonel Hoorn yaitu pada 1834 dan selesai pada 1845.

Bangunan ini terdiri dari lima bangunan kantor dan juga sebuah barak di tengah yang dikelilingi empat buah benteng dengan dua lantai.

Benteng ini semula berfungsi sebagai barak militer Koninklijk Nederlandsch-Indische Leger (KNIL) dan gudang penyimpanan logistik militer Belanda.

Kemudian berubah menjadi penjara anak dan dewasa pada 1950 hingga 1985.

Dan pada 1991 berfungsi sebagai penjara kelas IIB dan saat ini menjadi rumah dinas pegawai Lapas Ambarawa.

Arsitektur bangunan Benteng Pendem Ambarawa ini memiliki gaya Belanda dengan banyaknya lengkungan dan jendela besar.

Benteng ini membentang sangat panjang dan terdiri dari berbagai pintu dan jendela dengan dua lantai.

Karena arsitektur bangunan yang eksotis inilah Benteng Ambarawa digunakan sebagai lokasi foto prewedding ataupun syuting film, contohnya film Soekarno yang disutradarai Hanung Bramantyo.

Benteng ini berada di Desa Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan dapat ditempuh sekira satu jam dari Kota Semarang dengan jarak tempuh kurang-lebih 40 kilometer.

Salah satu akses untuk menuju benteng yaitu lewat jalan kecil di sebelah timur RSUD Ambarawa.

Karena akses jalan itu tidak terlalu luas sehingga paling pas menggunakan sepeda motor untuk sampai di lokasi. 

 

(TribunTravel.com/Ratna Widyawati)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved