Jepang Buka Peluang Longgarkan Kunjungan Turis Asing, Wisatawan Indonesia Dilarang Masuk

Jepang buka peluang untuk melonggarkan larangan masuk bagi wisatawan. Terutama wisatawan asal Thailand, Vietnam, Australia, dan Selandia Baru.

Editor: Ventrico Nonutu
Instagram/@mysticworld8484
Jepang 

TRIBUNMANADOTRAVEL.COM - Jepang buka peluang untuk melonggarkan larangan masuk bagi wisatawan.

Terutama wisatawan asal Thailand, Vietnam, Australia, dan Selandia Baru.

Wisatawan dari keempat negara tersebut, Mengutip dari Kyodo News, masih dilarang masuk ke Jepang karena adanya pandemi virus corona.

Namun, infeksi virus di negara-negara tersebut sudah mereda.

Jepang tengah "melirik" kemungkinan pencabutan larangan bagi pelancong bisnis sebagai langkah pertama membuka kembali pariwisata negara ini.

Larangan ini efektif hingga akhir Juni. Berikut daftar negara di Asia yang penduduknya dilarang untuk memasuki Jepang, mengutip situs resmi Kementerian Luar Negeri Jepang:

Asia

  • Bangladesh.
  • Brunei Darussalam.
  • China.
  • India.
  • Indonesia.
  • Korea Selatan.
  • Malaysia.
  • Maladewa.
  • Pakistan.
  • Filipina.
  • Singapura.
  • Taiwan.
  • Thailand.
  • Vietnam.

Warga asing yang berasal dari negara-negara di atas, atau pelancong yang ke negara tersebut dalam waktu 14 hari sebelum tiba di Jepang, akan ditolak masuk ke Jepang.

Selain itu, pelancong yang memiliki paspor China keluaran Provinsi Hubei atau Zhejiang, serta pelancong yang berada di kapal pesiar Westerdam yang berangkat dari Hong Kong juga akan ditolak masuk.

Pelonggaran efektif pada musim panas

Pelonggaran pertama akan berlangsung pada musim panas ini usai pemerintah Jepang merancang rincian aturan, serta membuat persetujuan dengan empat negara tersebut.


Selain itu, Jepang sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan wisatawan dari negara-negara yang memiliki sertifikasi pengujian negatif terhadap virus corona.

Vietnam, Australia, dan Selandia Baru di antara 11 anggota Perjanjian Kemitraan Ekonomi Strategis Trans-Pasifik (TPSEP) lainnya yang telah direvisi.

Sementara Thailand, yang ingin bergabung dalam kerangka kerja multilateral, menjadi tuan rumah bagi banyak perusahaan Jepang termasuk pembuat mobil.

Baca juga: Harga Melon Premium Jepang Terjun Bebas, dari Rp 684 Juta Menjadi Rp 16 Juta

Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshihide Suga, mengatakan bahwa Jepang tetap waspada akan penyebaran global virus corona.

Namun, merupakan hal yang penting untuk mulai pertimbangkan bagaimana melanjutkan perjalanan internasional.

“Dalam hal bagaimana kami bisa melanjutkan kembali sebagian perjalanan internasional atau secara bertahap, kami perlu hati-hati dalam mempertimbangkan negara mana, siapa targetnya, dan seperti apa prosedur yang diperlukan,” kata Suga dalam konferensi pers.

“Pemerintah akan secara komprehensif membuat keputusan pada waktu yang tepat,” lanjutnya.

Potensi perjalanan antar negara

Pada Senin, Jepang dan Vietnam setuju untuk mengadakan konsultasi terkait potensi dilanjutkannya kembali perjalanan antara kedua negara tersebut.

Namun, menurut Kementerian Luar Negeri Jepang, mereka juga tetap menjaga langkah-langkah yang diperlukan terhadap virus corona.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved