Dilarang Aktifkan Ponsel di Atas Pesawat Terbang, Ini Alasannya

masalah yang sebenarnya adalah, ponsel bisa mengganggu pesawat terbang dan merepotkan pilot selama fase kritis penerbangan

Editor: muhammad irham
zoom-inlihat foto Dilarang Aktifkan Ponsel di Atas Pesawat Terbang, Ini Alasannya
internet
Ilustrasi

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap kali kamu naik pesawat terbang, pihak maskapai selalu mengingatkan agar tidak mengaktifkan telepon selular atau hp saat berada di badan pesawat.

Aturan pelarangan ini sudah lama diberlakukan oleh seluruh maskapai di dunia. Dan semua penumpang harus patuh dan tunduk pada aturan ini.

Sebelum tinggal landas, pramugari berkali-kali memperingatkan melalui pengeras suara bahwa ponsel yang Anda bawa harus dialihkan ke mode penerbangan (flight mode). Lebih baik lagi jika dinonaktifkan.

Alasan keselamatan menjadi faktor terbesar larangan ini, pasalnya Anda akan terbang di ketinggian lebih dari 10.000 kaki.

Saat berada di ketinggian, ponsel yang menyala bisa memantulkan sinyal dari beberapa menara operator seluler yang dilewati pesawat, sehingga mampu mengirimkan sinyal yang jauh lebih kuat.

Akan tetapi, seseorang mengklaim bahwa tidak pernah ada pesawat jatuh karena ponsel yang aktif selama penerbangan.

Ada pendapat yang menyebutkan bahwa belum tentu ponsel yang menjadi penyebab jatuhnya sebuah pesawat.

Namun masalah yang sebenarnya adalah, ponsel bisa mengganggu pesawat terbang dan merepotkan pilot selama fase kritis penerbangan, yaitu ketika lepas landas dan mendarat. Pilot memerlukan tingkat konsentrasi yang tinggi saat menerbangkan pesawatnya.

Namun, semakin berkembangnya teknologi modern, teori seperti ini perlahan "menguap".

Pada tahun 2014, European Aviation Safety Agency (Federal Aviation Administration versi Eropa) mengatakan bahwa perangkat elektronik tidak menimbulkan risiko kecelakaan pesawat.

Banyak maskapai penerbangan membuktikan bahwa sistem mereka tidak terpengaruh oleh sinyal ponsel. Mereka mengizinkan penumpang melakukan panggilan telepon atau tetap menyalakan ponsel dalam pesawat.

Namun tak sembarang aturan diberlakukan, pihak maskapai tentunya telah bekerja sama dengan beberapa jaringan seluler onboard (saat penerbangan), seperti AeroMobile dan On Air.

Kedua perusahaan tersebut melayani maskapai besar seperti Emirates, Virgin, British Airways, dan setidaknya 27 maskapai lainnya. On Air menghubungkan lebih dari separuh armada A380 di dunia.

Jika ponsel tak diubah ke mode terbang atau dengan kata lain sinyal tetap aktif, maka pilot dan air traffic controllers (ATC) atau pengendali lalu lintas udara akan terganggu dengan suara yang tak menyenangkan.

Suara yang dihasilkan serupa dengan bunyi ketika kita menaruh ponsel di dekat speaker, televisi, maupun radio. Hal tersebut terjadi karena emisi radio yang kuat dari telepon.

Dalam sebuah tulisan di blog Airline Updates, seorang pilot menceritakan bahwa transmisi ponsel dapat dan menimbulkan gangguan pada radio pesawat. Namun hal tersebut jarang terjadi.

Bunyinya dit-dit-dit-dit dan hal tersebut sangat mengganggu para pilot.

Dalam 50 kali penerbangan, mereka hanya mendengarnya melalui headphone sekali atau dua kali.

Risiko gangguan tersebut pun makin berkurang drastis karena teknologi lebih modern.

Pilot tersebut juga menambahkan bahwa gangguan tersebut biasanya datang dari ponsel milik kru pesawat yang lupa mematikan ponsel atau mengubahnya menjadi mode terbang -- mengingat pilot atau pramugari yang duduk paling dengan radio di kokpit.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved