Ini Alasan Pramugari Selalu Minta Penumpang Mengenakan Sabuk Keselamatan di Atas Pesawat

Banyak orang mengira, sabuk keselamatan itu fungsinya untuk mengidentifikasi penumpang jika terjadi kecelakaan pesawat.

Editor: muhammad irham
zoom-inlihat foto Ini Alasan Pramugari Selalu Minta Penumpang Mengenakan Sabuk Keselamatan di Atas Pesawat
internet
Ilustrasi Sabuk Keselamatan di atas pesawat terbang

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap kali kamu menggunakan moda transportasi udara, pesawat terbang, pilot atau pramugari selalu akan mengingatkan untuk selalu mengenakan sabuk keselamatan.

Sabuk yang terpasang di masing-masing kursi penumpang itu, memiliki fungsi yang sangat penting bagi keselamatan penumpang.

Banyak orang mengira, sabuk keselamatan itu fungsinya untuk mengidentifikasi penumpang jika terjadi kecelakaan pesawat.

Namun pendapata ini tak sepenuhnya benar. Karena menurut pramugari senior asal Amerika, Heatger Poole, bisa saja penumpang yang bersangkutan tidak duduk di tempat yang telah ditentukan.

Poole pun membeberkan apa alasan sebenarnya penumpang harus mematuhi aturan lampu tanda mengenakan sabuk pengaman.

Hal ini tidak lain adalah untuk melindungi keselamatan dan mencegah risiko cedera serius hingga kematian saat terjadi turbulensi.

“Alasan harus mengenakan sabuk pengaman, termasuk awak kabin, adalah karena tidak ingin pesawat mencederai Anda,” ujar Poole dikutip Traveller.

Poole mengatakan bahwa orang-orang mengira saat terjadi turbulensi, posisi pesawat terangkat ke udara. Namun ini adalah sebuah pengetahuan yang salah.

Hal yang benar adalah ketika terjadi turbulensi, pesawat justru akan turun tiba-tiba secara keras. Sehingga memungkinkan kepala penumpang terbentur ke langit-langit pesawat yang dapat mengakibatkan cedera hingga gegar otak.

Menurut lembaga Federal Aviation Administration, kecelakaan akibat turbulensi terjadi 234 kali di antara tahun 1980 hingga 2008. Poole mengatakan bahwa dari jumlah kecelakaan tersebut, ada 298 penumpang yang cedera dan tiga orang tewas.

“Dari tiga korban tewas, dua penumpang tidak mengenakan sabuk pengaman saat lampu tanda sabuk pengaman menyala. Dari 298 yang mengalami luka berat, 184 adalah pramugari,” ujar Poole.

Poole menyarankan penumpang pesawat untuk tetap mengenakan sabuk pengaman meski lampu tanda sabuk pengaman telah dimatikan. Sebab, tidak akan ada yang pernah tahu kapan turbulensi akan terjadi, bahkan turbulensi paling berbahaya sekali pun.(*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved