5 Alasan Mie Instant Tidak Dianjurkan Dikonsumsi Saat Mendaki Gunung

Bukan tanpa alasan, menurut Ahli Gizi Komunitas, dr Tan Shot Yen, mi instan memiliki kadar garam yang tinggi dan membuat seseorang bisa cepat haus.

Editor: muhammad irham
int
Mie Instan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mendaki gunung membutuhkan fisik dan energi yang prima. Namun, sering kali pendaki gunung justru membawa bekal utama, salah satunya mie instan. Padahal, mi instan nyatanya tidak disarankan sebagai bekal makanan pendakian gunung.

Bukan tanpa alasan, menurut Ahli Gizi Komunitas, dr Tan Shot Yen, mi instan memiliki kadar garam yang tinggi dan membuat seseorang bisa cepat haus.

"Kandungan garam yang tinggi membuat lekas haus dan malah bisa menimbulkan dehidrasi. Dalam satu bungkus mi instan memiliki kandungan garam 37 persen," katanya seperti dikutip dari kompas.com, Selasa (22/9/2020).

Tak hanya karena mengandung garam yang tinggi, dr Tan juga membeberkan empat alasan lain agar mi instan tidak lagi menjadi bekal makanan ketika pendakian.

Berikut lima alasan sebaiknya mie instan tidak jadi bekal makanan saat mendaki gunung:

1. Kandungan garam yang tinggi

Satu bungkus mie instan, seperti penjelasan dr Tan, memiliki 37 persen kandungan garam. Angka tersebut termasuk tinggi dalam produk makanan.

Kandungan garam yang tinggi itu mampu membuat seseorang atau pendaki merasa cepat haus. Bahaya yang ditimbulkan jika manusia merasa cepat haus adalah dehidrasi.

Ia melanjutkan, konsumsi garam yang berlebih juga dapat menyebabkan kalium atau potasium menjadi rendah.

Hal ini menimbulkan tekanan darah seseorang naik dan berisiko menyebabkan penyakit jantung.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved