7 Lawan Satu di Bitung, Atlet Basket Tewas Ditikam

Peristiwa penikaman hingga korban Herman tewas terjadi di perempatan Pinokalan tepatnya di Kelularan Pinokalan, Kecamatan Girian, Kota Bitung

Editor: muhammad irham
int
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang atlet bola basket di Kota Bitung, Sulawesi Utara, Herman Mangundep (26) tewas ditikam sekelompok orang tak dikenal, Sabtu (10/10/2020).

Penyidik Polres Bitung telah menetapkan tiga orang terduga tersangka pembunuhan tersebut. Kasat Reskrim Polres Bitung AKP Frelly Sumampouw mengatakan, penyidik telah memeriksa beberapa orang sehubungan kasus tersebut.

"Ada tujuh orang yang diamankan. Namun, penyidik menetapkan tiga orang diduga tersangka.

Ketiganya yakni AM alias Rian (20), CK (21), dan IR alias Opo (21). AM merupakan pelaku utama," kata Frelly saat dikonfirmasi, Senin (12/10/2020).

Para pelaku ini merupakan warga Kota Bitung.

Frelly menjelaskan, peristiwa penikaman hingga korban Herman tewas terjadi di perempatan Pinokalan tepatnya di Kelularan Pinokalan, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Sabtu (10/10/2020).

Peristiwa itu berawal ketika terduga pelaku AM bersama keenam temannya berada di Kelurahan Madidir Ure, Kecamatan Madidir, Bitung, kumpul-kumpul konsumsi minuman keras pada pukul 00.30 Wita.

Kemudian, sekitar pukul 01.00 Wita, Am bersama temannya yang lain ingin mengantar kedua rekannya yakni CK dan saksi Jose di Kampung Batuputih dengan menggunakan sepeda motor.

Saat itu mereka menggunakan tiga unit sepeda motor. Pada saat mereka melintas di Perempatan Pinokalan, tiba-tiba korban Herman melempar AM dengan menggunakan balok atau kayu dan mengenai tangan teman pelaku yakni IR alias Opo yang saat itu di atas sepeda motor.

Pelaku bersama kedua temannya di atas motor jalan terus. Sesaat pelaku melihat ke belakang dan ia lihat korban Herman bersama temannya telah mencegat kedua rekannya di sepeda motor dengan menggunakan paving yang dipegang teman korban.

AM bersama kedua temannya balik lagi menuju kepada korban yang menghalang temannya.

Setelah sampai di depan korban, pelaku langsung turun dari sepeda motor serta langsung mengambil badik yang diselipkan di pinggang pelaku sebelah kiri.
"Tersangka AM langsung menusuk korban sebanyak dua kali dan mengenai bagian dada sebelah kiri dan di bagian belakang badan korban, sehingga korban meninggal dunia," jelas Frelly.

Frelly menyebut, motif penikaman ini karena salah paham. "Selain itu, karena sudah dipengaruhi minuman keras. Para tersangka ini rata-rata residivis dan baru bebas," sebutnya.

Polisi telah menyita barang bukti, di antaranya pisau badik panjang 25 centimeter, tiga unit sepeda motor, dan pakian korban.

Para tersangka terjerat pasal 351 (3) KUHP maksimal 7 tahun hukuman penjara, pasal 338 KUHP dan pasal 170 KUHP maksimal 15 tahun hukuman penjara. "Pasal 351 penganiayaan mengakibatkan meninggal dunia, Pasal 338 pembunuhan, dan Pasal 170 pengeroyokan," jelasnya.(*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved