Legit dan Manisnya Dodol Amurang Hingga ke Tenggorokan

Dodol Amurang merupakan makanan tradisional yang khas dari Manado yang berasal dari daerah Amurang, Minahasa Selatan yang juga disebut dodol kenari.

Editor: muhammad irham
int
Dodol Amurang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dodol tidak hanya ada di Garut, Jawa Barat. Dodol juga ada di Sulawesi Utara.

Dodol di daerah ini dikenal dengan nama Dodol Amurang. Jika di Garut dodol dibungkus menggunakan kertas, Dodol Amurang dibungkus menggunakan janur kelapa.

Dodol Amurang merupakan makanan tradisional yang khas dari Manado yang berasal dari daerah Amurang, Minahasa Selatan yang juga disebut dodol kenari.

Dodol Amurang banyak diproduksi di Kabupaten Minahasa Selatan, seperti Amurang, Motoling, Tenga, Tumpaan, Tareran, Tompasobaru hingga Kabupaten Minahasa Tenggara.

Dodol Amurang, rasanya enak seperti jenang Jawa, dengan warna coklat. Dibuat dari bahan alami yaitu gula aren, beras ketan yang dihaluskan, dan minyak kelapa murni tentunya, tak perlu ragu untuk mencicipinya.

Semuanya itu haruslah dimasak di atas api dengan panas yang kadar panasnya tidak kurang dari 120 derajat celcius. Dalam pembuatan Dodol Amurang terkadang ditaburi kenari atau kacang sehingga menambah aroma dan kelezatan serta membuat siapapun yang memakannya tak ingin berhenti mengunyah.

Jajan khas Minahasa ini banyak disajikan saat acara pengucapan syukur warga Minahasa, Sulawesi Utara.

Pengucapan syukur merupakan tradisi masyarakat Minahasa, yang dirayakan setelah keberhasilan panen pertanian.

Masyarakat membawa berkah-berkah atau makanan tersebut ke gereja. Sebagian besar melakukan 'open house' dengan berbagai menu atau makanan dan minuman tradisional setempat.

Yang membedakan Dodol Amurang dan dodol-dodol lainnya terutama dari cita rasa dan kemasannya. Cita rasa khas Dodol Amurang terletak pada kandungan anais dan kayu manis (Cinamon) yang tak dapat dijumpai pada dodol-dodol lainnya.

Dodol ini mudah ditemukan di setiap sudut Kota Manado yang menjual oleh-oleh khas.

Namun sekedar saran, jika Anda ingin menikmati Dodol Amurang dengan citarasa original dan tiada bandingannya, maka datanglah ke 'markas dodol Amurang', yaitu sudah pasti berada di Amurang.

Makanan khas yang dibungkus dengan daun kelapa (woka) atau janur ini dijual bebas dengan harga bervariasi.

Ada yang menjualnya dengan harga Rp.500,- per biji untuk ukuran kecil (sekitar 100 gram) atau juga dengan harga per bijinya sebesar Rp1.000,-.

Bahkan pun ada juga yang dijual dengan harga sampai lebih dari Rp5.000,- untuk ukuran besar.(*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved