Mulai Besok, Garuda Turunkan Harga Tiket Pesawat

Pada kebijakan ini pihak maskapai meniadakan tarif Passenger Service Charge (PSC) pada komponen tarif tiket pesawat

Editor: muhammad irham
kompas.com
Garuda Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Maskapai plat merah Garuda Indonesia resmi menurunkan harga tiket pesawat mulai, Jumat (23/10/2020). Penurunan tiket itu dilakukan setelah Kementerian Perhubungan menggelontorkan stimulus subsidi penerbangan tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U ).

Pada kebijakan ini pihak maskapai meniadakan tarif Passenger Service Charge (PSC) pada komponen tarif tiket pesawat. Kebijakan ini berlaku hingga akhir Desember 2020 mendatang.

Namun sayangnya, kebijakan ini tidak berlaku untuk semua bandara di Indonesia. Hanya ada 13 bandara yang mendapat subsidi tersebut.

"Di tengah tantangan kinerja industri penerbangan pada masa pandemi COVID-19 ini, hadirnya stimulus PJP2U ini tentunya menjadi langkah signifikan yang kami harapkan dapat mendukung upaya pemulihan kinerja maskapai penerbangan khususnya guna meningkatkan minat masyarakat untuk kembali menggunakan layanan transportasi udara," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangan resminya, Kamis (22/10/2020).

Ia berharap kebijakan stimulus ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan tren pergerakan penumpang pada penerbangan domestik.

"Kami percaya melalui sinergi ekosistem industri penerbangan yang solid ini bersama dengan regulator dan stakeholder penerbangan lainnya, menjadi pondasi fundamental dalam mendukung keberlangsungan usaha yang lebih optimal bagi industri penerbangan nasional ditengah Pandemi COVID-19 ini," sambungnya.

Irfan memastikan maskapainya siap dari segi infrastruktur pendukung dalam mengimplementasikan penyesuaian tarif tiket pesawat yang akan diberlakukan secara menyeluruh pada seluruh kanal penjualan tiket sesuai dengan kebijakan yang diatur mengenai stimulus PJP2U tersebut.

Adapun 13 lokasi bandara yang mendapat stimulus PJP2U tersebut adalah Bandara Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Hang Nadim (BTH), Bandara Kualanamu (KNO), Bandara I Gusti Ngurah Rai (DPS), Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Bandara Internasional Lombok Praya (LOP), Bandara Jenderal Ahmad Yani (SRG), Bandara Sam Ratulangi (MDC), Bandara Komodo Labuan Bajo (LBJ), Bandara Silangit (DTB), Bandara Banyuwangi (BWX), dan Bandara Adi Sucipto (JOG).

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Novie Riyanto sebelumnya mencontohkan hitungan harga tiket pesawat.

Tapi itu hanya ilustrasi saja, Novie menegaskan besaran PSC yang dipotong bergantung pada masing-masing bandara.

"Misalnya Rp 100.000 (PSC) yang harus dibayar penumpang di tiketnya akan di Rp 0 kan, misalnya Jakarta-Surabaya awalnya Rp 700 ribu, PSC-nya Rp 100 ribu, tapi itu akan dibayar APBN," tuturnya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (22/10/2020).(*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved