Polisi Tangkap Seorang Mahasiswa karena Tersinggung Dinyanyikan Lagu Tak Senonoh

Deni Rahman selaku Koordinator Lapangan Demonstrasi mengatakan, ada tindakan represif yang menimpa mahasiswa

Editor: muhammad irham
kompas.com
Aksi unjuk rasa di depan Mapolres Palopo yang ricuh. Seorang mahasiswa diamankan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Palopo, Sulawesi Selatan, diamankan oleh polisi saat berunjuk rasa di depan Markas Polres Palopo. Ia ditangkap karena menyanyikan lagu yang dianggap menyinggung polisi.

Unjuk rasa itu sendiri berakhir ricuh setelah mahasiswa menyanyi sambil berorasi.

Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Peduli Indonesia itu menuntut agar kasus penganiayaan mahasiswa oleh oknum polisi saat demo tolak UU Cipta Kerja di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Palopo, segera diusut.

Deni Rahman selaku Koordinator Lapangan Demonstrasi mengatakan, ada tindakan represif yang menimpa mahasiswa.

Seorang pengunjuk rasa diamankan polisi di depan Mako Polres Palopo, setelah menyanyikan lagu yang membuat aparat kepolisian tersinggung dan marah.

Ada 8 mahasiswa IAIN Palopo dan 10 mahasiswa lain yang jadi korban penganiayaan saat demo.

Kapolres Palopo AKBP Alfian Nurnas juga mengonfirmasi adanya insiden tentang demonstran yang nyanyi hingga singgung polisi.

“Memang tadi ada insiden kecil saat salah seorang pengunjuk rasa menyanyi dengan ucapan yang tidak baik, sehingga kami amankan dulu untuk menjalani pemeriksaan pemeriksaan,” ujar Alfian.

Alfian menjelaskan, mahasiswa tersebut lantas ditangkap dan diuji rapid test dengan hasil non reaktif.

Dalam demo rusuh di gedung DPRD Palopo, ada 9 polisi jadi korban, dan satu di antara polisi wanita sampai operasi mata.(*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved