Mengenal Dinangoi, Cemilan Khas dari Bolaang Mongondow Utara

Selain sagu bahan lain untuk membuat Dinangoi adalah kelapa muda, gula. Proses pembuatannya pun masih tradisional dengan tungku kayu

Editor: muhammad irham
int
Dinangoi, kuliner khas dari Bolmong Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) Sulawesi Utara memiliki kuliner khas yang jarang ditemui di tempat lain. Namanya Dinangoi.

Kuliner ini bisa Anda temukan di Boroko, ibu kota Bolmut. Kuliner berbahan dasar sagu ini sangat diminati oleh warga Bolmut. Konon, ini adalah kuliner turun temurun sejak Kerajaan Mongondow berdiri.

Pada masa kemerdekaan dulu, makanan Dinangoi ini menjadi makanan pengganti nasi karena adanya musim kemarau Panjang di Mongondow.

Oleh karena itu, makanan khas ini seolah sudah melekat erat di hati suku asli Mongondow maupun para pendatang juga.

Bahkan masyarakat setempat ada yang menyebut cemilan ini sebagai pizza-nya Kotamobagu.

Selain sagu bahan lain untuk membuat Dinangoi adalah kelapa muda, gula. Proses pembuatannya pun masih tradisional dengan tungku kayu. Tekstur Dinangoi ini kenyal dan rasanya manis.

Cara membuatnya pun cukup sederhana layaknya mendadar telur. Sagu yang sudah dibersihkan dimasukkan ke dalam wajan penggorengan kecil.

Kemudian Anda taburi dengan gula dan dipanaskan di atas api selama satu menit hingga gula arennya mencair. Agar Dinangoi tersebut masak secara merata, apinya diatur tidak terlalu besar.

Rasanya pun sangat gurih. Biasanya Dinangoi ini dimakan saat pagi atau sore hari. Cocok untuk cemilan ketika santai bersama keluarga ataupun teman.

Ada juga Dinangoi yang disantap dengan nasi, akan tetapi Dinangoi disajikan tidak menggunakan gula aren melainkan sagu sebagai bahan dasar dicampur dengan garam dan kelapa parut. Tetapi cara memasaknya sama dengan Dinangoi yang dibahas di atas.

Sayangnya makanan khas Bolaang Mongondow Raya ini sulit didapat karena tidak semua tempat jual makanan menyediakan makanan khas tersebut.

Salah satu tempat yang masih menyediakan Dinangoi ialah Cafe Angkringan yang terletak di Kelurahan Motoboi Besar Kecamatan Kotamobagu Timur.

“Per hari bisa menjual sebanyak 20, paling sedikit 10 biji. Kalau yang pakai gula merah cocoknya dimakan sambil minum kopi saat pagi dan sore,” ujar Hadija Montol pemilik Cafe Angkringan, Sabtu (15/6).

Selain Dinangoi, Cafe Angkringan menyediakan juga sejumlah makanan khas Sulawesi Utara seperti bubur manado, pisang cokelat, pisang goreng dan mie kuah.

Dinangoi ini kerap kali dipesan oleh masyarakat sekitar untuk dibawa pulang ke rumah. Tentu saja dengan menikmati Dinangoi bersama keluarga di rumah, akan menambah keharmonisan bareng keluarga.(*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved