Air Terjun Kandera, Konon di Situ Pernah Ada Raksasa

Di Minahasa, Sulawesi Utara, ada sebuah air terjun unik. Namanya Air Terjun Kadera. Letaknya di Desa Touling, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa.

Editor: muhammad irham
zoom-inlihat foto Air Terjun Kandera, Konon di Situ Pernah Ada Raksasa
int
Air Terjun Kandera

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di Minahasa, Sulawesi Utara, ada sebuah air terjun unik. Namanya Air Terjun Kadera. Letaknya di Desa Touling, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa.

Air terjun ini memiliki pesona yang benar-benar alami dan dilengkapi dengan berbagai cerita yang melatarbelakangi tempat tersebut.

Kandera mempunyai beberapa bagian. Bagian pertama adalah tempat pemandian. Di tempat itu terdapat lubuk yang menyerupai kolam lengkap dengan batu-batu berbentuk kursi (kandera).

Sebagai sumber air terdapat sebuah air terjun mini yg bisa juga untuk meluncur langsung ke kolam.

Di kolam tersebut adalah tempat mandi muda-mudi desa setempat kalau lagi wisata ke tempat itu.

Tempat ini juga menyisakan cerita unik. Konon, sekira 30 tahun lalu, muda mudi di desa ini, jika ke tempat itu, tidak perlu membawa bekal apapun, cukup memberi tahu seorang kakek bernama Mongkol.

Kakek itulah yang menyediakan makanan dan keperluan lainnya. Bukan karna dia punya warung tapi semua kebutuhan cukup diambil dengan menyelam ke dasar kolam dan ketika nongol sudah membawa apa yang di minta, sabun, dan makanan yang masih panas.

Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut, masyarakat sekitar sebagian tetap mempercayainya sampai sekarang.

Dari kolam itu ke arah hilir sungai akan ditemukan sebuah air terjun kecil lagi dimana ada sebuah bekas tapak kaki raksasa.

Konon menurut cerita setempat itu adalah tapak kaki si raksasa yang bernama Kombangen.

Kombengan adalah penjaga gunung kaweng (gunung yang tidak jauh dari lokasi air terjun).

Dari tempat tapak kaki itu ke hilir lagi akan ditemui panorama yang menakjubkan sampai di depan kita terbentang sebuah jurang sedalam kira kira 75 m.

Nah, dari bibir jurang itu air sungai kandera terjun langsung ke dasar jurang membentuk sebuah air terjun yang mempesona.

Jika ingin melihat air terjun dari dasar air terjun, harus punya cukup keberanian.

Yaitu dengan menyusuri bibir jurang sambil pegangan pada pohon-pohon menuju sebuah tali hutan (kunet) dan akar-akar besar sebuah pohon. Kemudian berayun-ayun ke bawah kira kira 30 m.

Kemudian akan ditemukan sebuah rekahan jurang yang membentuk sebuah jalan kecil atau tepatnya jalan tikus, meniti ke bawah sambil berhati-hati jangan sampai terpegang pada daun pahir(sejenis tumbuhan beracun) yg membuat tangan terasa perih gatal selama seminggu.(*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved