Ke Tomohon, Jangan Lupa Singgah Beli Kerajinan Tangan di Kinilow

Tak jauh ketika memasuki Kota Tomohon, anda dapat langsung menemukan pusat kerajinan bambu yang berada di sisi kiri jalan.

Editor: muhammad irham
Tribun Manado
Pusat kerajinan tangan di Kota Tomohon, Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jalan-jalan ke Kota Tomohon, Sulawesi Utara, jangan lupa membeli oleh-oleh kerajinan tangan yang unik.

Sentra kerajinan tangan masyarakat Tomohon terdapat di Kinilow, tak jauh dari Kota Tomohon.

Ketika Anda memasuki Kota Tomohon dari Kota Manado, Anda akan menemui sedert kios yang menjajakan aneka kerajinan tangan dari bambu, tanah liat, serta dari kayu. Namun umumnya yang banyak dijajakan di sini adalah kerajinan tangan berbahan dasar bambu.

Tak jauh ketika memasuki Kota Tomohon, anda dapat langsung menemukan pusat kerajinan bambu yang berada di sisi kiri jalan.

Pusat kerajinan bambu kota Tomohon terbentang sepanjang 350 meter.

Ada belasan kios kerajinan bambu yang dapat anda kunjungi.

Di sini Anda dapat menemukan berbagai jenis kerajinan tangan yang terbuat dari bambu.

Beberapa kios sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Tak heran banyak pengunjung yang datang ke tempat ini.

Selain warga lokal, ada juga wisatawan mancanegara yang mengunjungi tempat ini.
Kerajinan bambu sering dijadikan ole-ole untuk dibawa pulang, namun ada juga yang digunakan untuk keperluan sehari-hari.

Koko Pondaag (26), seorang pedagang mengatakan, sebagian kerajinan bambu dibuat sendiri, tapi ada juga yang dipasok dari luar.

"Kalau yang terbuat dari tanah liat dipasok dari Desa Pulutan, ada juga kerajinan yang dipasok dari Jawa dan Gorontalo," katanya.

Pondaag mengungkapkan banyak warga lokal hingga wisatawan mancanegara yang mampir untuk membeli.

"Harganya bervariasi, untuk anyaman bambu ada yang harganya Rp 25 ribu, tergantung dari jenis, ukuran dan tingkat kesulitan," ujarnya.

Ventje Pusung (59) mengatakan untuk membuat kerajinan bambu bisa dipesan, sehingga bisa mengikuti selera dari pemesan.

"Untuk membuat anyaman kadang hanya membutuhkan waktu 15 menit, tapi itu tergantung dari tingkat kesulitannya," katanya.

Pusung mengungkapkan bahwa tempatnya saat ini sudah ada sekitar 40 tahun lalu.
"Sudah lama, tempat ini sudah turun-temurun," kata dia sembari menunjuk ke area kios.)(*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved