Jusuf Kalla: Indonesia Pulih dari Corona Jika 1 Juta Penduduk Indonesia Divaksin Setiap Hari

Pandemi ini baru akan berakhir setelah vaksin ditemukan dan seluruh masyarakat Indonesia divaksin.

Editor: muhammad irham
int
Ketua PMI Jusuf Kalla 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mantan Wakil Presiden RI yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) memprediksi pandemi Corona di Indonesia masih akan berlangsung lama.

Pandemi ini baru akan berakhir setelah vaksin ditemukan dan seluruh masyarakat Indonesia divaksin.

“Kalau ditanya kapan kira-kira pandemi Covid-19 ini selesai, maka saya perkirakan di Indonesia baru bisa selesai pada tahun 2022," katanya, Sabtu, (31/10/2020).

Dalam vaksinasi, setiap negara menurut Kalla akan mendahulukan warganya terlebih dahulu.

Oleh karena itu vaksin yang diproduksi Amerika, China, dan Inggris akan terlebih dahulu diberikan kepada warganya, sebelum kemudian diekspor ke negara lain seperti Indonesia.

"Kira-kira nanti vaksinasi bertahap dalam negeri mulai antara Mei dan Juni," katanya.

Menurut Wakil Presiden ke 10 dan 12 tersebut butuh waktu paling tidak satu tahun dalam melakukan vaksinasi kepada 70 persen penduduk Indonesia. Bila Vaksin Covid-19 baru siap pada pertengahan 2021, maka Indonesia baru bisa pulih 2022.

"Karena yang bisa menyelesaikan ini hanyak vaksin, dan test klinis vaksin itu baru bisa keluar antara Januari – Februari 2021 dan mulai produksi Maret," katanya.

Pulihnya Covid-19 di Indonesia pada 2022 dengan catatan vaksinasi dilakukan secara besar-besar yakni 1 juta penduduk per hari. Hal itu bukan perkara mudah mengingat testing Covid-19 di Indonesia per hari baru sampai 30 ribu spesimen.

Kalla sendiri memperkirakan Indonesia bisa melakukan vaksinasi maksimal sebesar 500 ribu spesimen per hari. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk vaksinasi 70 persen populasi yakni 2 tahun.

"Jujur ini membutuhkan daya tahan kita untuk mengatasi ini untuk itu saya minta agar operasi penyemprotan disinfektan PMI lebih diintensifkan lagi dan masyarakat lebih disiplin lagi untuk mengurangi penyebaran Covid-19”. Katanya.

Untuk mempercepat pemberian vaksin, Kalla mengatakan PMI akan mengerahkan unit donor darah dan tenaga vaksin.

“Dalam upaya pemberian vaksin ini PMI akan menyiapkan UDD sebagai pos vaksin PMI memiliki 230 UDD dan ribuan tenaga vaksin itu semua akan kita kerahkan untuk mempercepat pemberian vaksin kepada masyarakat” pungkasnya.(*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved