Lapar Tengah Malam di Kota Manado? Cobalah Cari Nasi Kuning

Sudah sejak lama nasi kuning di Kota Manado terkenal akan kelezatannya. Nama dan cita rasanya sudah sangat familiar hingga ke luar ibu kota Sulawesi U

Editor: muhammad irham
int
Nasi kuning Manado, Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kelaparan di Kota Manado, Sulawesi Utara saat tengah malam? Jangan khawatir, cobalah jalan-jalan ke pusat kota untuk menyantap aneka kuliner khas kota ini.

Salah satu kuliner khas yang rekomended bagi Anda yang kelaparan tengah malam adalah, nasi kuning.

Sudah sejak lama nasi kuning di Kota Manado terkenal akan kelezatannya. Nama dan cita rasanya sudah sangat familiar hingga ke luar ibu kota Sulawesi Utara itu.

Nasi kuning sejatinya bukan masakan asli dari Kota Manado. Namun tambahan rempah dan lauk yang khas dari Kota Manado, menjadikan kuliner yang satu ini tak bisa dilewatkan begitu saja.

Berbicara mengenai nasi kuning Manado, tentu berbeda dengan nasi kuning di Jawa ataupun di daerah lainnya di Indonesia.

Bahan beserta bumbunya sudah disesuaikan dengan apa yang ada dan menjadi ciri khas di kota ini.

Nasi kuning ala Manado mengusung beragam kondimen. Ikan cakalang yang menjadi salah satu bahan masakan khas Manado turut menambah cita rasa menu satu ini.

Ikan tersebut disajikan dalam bentuk abon atau irisan. Selain itu, ada juga semur daging sapi, sambal, bawang goreng, gorengan kentang, dan telur rebus.
Kondimen inilah yang menjadikan nasi kuning Manado unik dan berbeda dari nasi kuning asal daerah lain.

Bila Anda tertarik menikmati nasi kuning di Manado, salah satu lokasi yang layak menjadi destinasi adalah rumah makan Nasi Kuning Saroja.

Tempat makan yang berdiri sejak 1977 ini sudah dikenal oleh masyarakat lokal maupun turis.

Di samping rempah serta lauk yang digunakan enak dan khas, nasi kuning di Saroja juga menampilkan cara penyajian yang unik, yakni menggunakan pembungkus berupa daun lontar, bila nasi ingin dibawa pulang.

Nasi Kuning Saroja dirintis oleh pasangan suami-istri Abubakar dan Salma Simen, orang tua Ida.

Usaha yang dimulai sejak 41 tahun lalu ini rupanya maju pesat. Kini, Saroja menjadi salah satu destinasi para penikmat makanan.

Tamunya kebanyakan wisatawan domestik ataupun warga Manado yang ingin berangkat ke luar daerah dan menjadikannya oleholeh untuk sanak saudara. ”Alhamdulillah pengunjung tetap ramai. Sebenarnya nasi kuning kami tidak ada yang istimewa.

Jika ingin mencari suasana lain, beberapa warung pinggir jalan juga menjajakan nasi kuning dengan cita rasa yang tak kalah lezatnya.(*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved