Menengok Tradisi Pembuatan Binarundak di Kotamobagu, Akan Lebih Ramai Saat Lebaran

Binarundak adalah makanan yang dibuat dari beras ketan yang dimasukkan ke dalam bambu. Setelah itu, diberi bumbu

Editor: muhammad irham
int
Binarundak di Kotamobagu, Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara memiliki kuliner khas yang rasanya sulit untuk dilupakan. Namanya Binarundak.

Rasanya lezat dan teksturnya terasa legit saat kuliner ini dikunyah.

Binarundak adalah makanan yang dibuat dari beras ketan yang dimasukkan ke dalam bambu. Setelah itu, diberi bumbu seperti jahe, bawang merah, santan dan bumbu yang lain.

Biasanya sebelum beras dimasukkan ke dalam bambu, dibungkus dulu dengan daun pisang. Supaya ketika dibakar tidak hangus dan aroma kue harum mengundang selera.

Kuliner ini biasanya dibuat oleh warga Kotamobagu pada usai Lebaran Idul Fitri.

Para perantau yang biasanya pulang kampung, berkumpul dan menggelar tradisi memasak Binarundak secara massal.

Dalam tradisi yang digelar dua hari setelah Idul Fitri ini, warga membakar nasi jaha di sepanjang jalan depan rumah mereka atau di lapangan terbuka. Kegiatan ini pun bisa menjadi ajang reuni bagi para perantau dengan sahabat lama, setelah sekian lama berpisah.

Selain Sulawesi, tradisi ini biasanya dibuat warga yang mudik dari Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan.

Di puncak acara, nasi jaha yang sudah matang kemudian dinikmati beramai-ramai. Saat menikmatinya, sajian makanan ini diiringi tabuhan musik rebana serta alunan syair-syair pujian serta doa syukur.(*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved