Pelampung Tak Boleh Dikembangkan di Dalam Kabin, Ini Alasannya

Namun pelampung tak boleh dikembangkan di dalam kabin dan hanya boleh dikembangkan saat penumpang sudah keluar dari kabin.

Editor: muhammad irham
int
Ilustrasi pemasangan pelampung di atas pesawat terbang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setiap kali akan melakukan perjalanan menggunakan psawat udara, pramugari di atas pesawat akan memperkenalkan alat-alat keselamatan di atas pesawat.

Alat-alat keselamatan yang diperkenalkan mulai dari sabuk pengaman, masker oksigen, hingga jaket pengaman atau pelampung.

Kali ini yang akan dibahas adalah terkait pengembangan pelampung saat melakukan pendaratan darurat di air.

Pelampung berada di bawah tempat duduk masing-masing penumpang. Biasanya pelampung ini digunakan saat pesawat melakukan pendaratan darurat di atas air.

Namun pelampung tak boleh dikembangkan di dalam kabin dan hanya boleh dikembangkan saat penumpang sudah keluar dari kabin.

Mengapa demikian? Dilansir dari laman express.co.uk, seorang prammugari menjelaskan alasan di balik tak boleh dikembangkannya pelampung saat berada di dalam kabin ketika pendaratan darurat.

Pramugari mengatakan, pengembangan pelampung dalam kabin sendiri tak ada sangkut pautnya dengan membuat kabin sempit saat menyelamatkan diri.

Alasan yang sebenarnya adalah penumpang yang mengembangkan pelampungnya ketika di dalam kabin justru akan membuatnya tenggelam saat pesawat terendam air dalam pendaratan darurat tersebut.

“Jika pesawat berada di bawah air dan Anda menggembungkannya, Anda akan tenggelam sebelum Anda keluar. Orang-orang panik dan ingin mengembangnya begitu mereka memakainya tetapi Anda hanya mengacaukan diri Anda sendiri,” ujar pramugari tersebut.

Selain tenggelam, pramugari itu menjelaskan, pesawat yang terendam air dan penumpang sudah mengembangkan pelampungnya tidak akan bisa keluar dari pintu ketika mereka melayang ke bagian atas pesawat.

Tak hanya itu, bila mengembangkannya terlebih dahulu besar kemungkinan selain sulit keluar dari pintu darurat juga bisa membuatnya robek sehingga tak lagi berguna.

Seperti kecelakaan tahun 1996, penumpang mengembangkan pelampungnya dalam kabin.

Saat itu Ethiopian Airlines dengan nomor penerbangan 961 dibajak pada 23 November dan terjadi kecelakaan yang membuat pesawat mendarat di air.

Dari 175 penumpang, 125 diantaranya meninggal. Penyelidikan mengungkapkan bahwa penumpang yang meninggal adalah yang mengembangkan pelampungnya saat berada di dalam kabin dan terperangkap sehingga naik ke atas kabin.

Mereka terjebak di tempat duduk mereka ketika kabin tenggelam ke dalam air dan diisi dengan air.(*/tribunmanado.co.id)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved