5 Persiapan Penting Sebelum Berwisata di Masa Pandemi

wisatawan harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru saat berlibur, seperti penerapan protokol kesehatan.

Editor: muhammad irham
Tribun Manado/Rian Sekeon
Ilustrasi berwisata 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah sempat terpengaruh di masa awal pandemi Covid-19, kini sektor pariwisata Indonesia perlahan bangkit kembali. Berbagai destinasi wisata yang tadinya tutup atau berhenti beroperasi sementara, satu per satu sudah mulai bisa dikunjungi wisatawan lagi.

Hal ini pun menjadi kabar baik untuk wisatawan yang sudah rindu ingin berlibur. Namun, berlibur di kala pandemi Covid-19 tidak lagi sama seperti saat liburan sebelum pandemi.

Pasalnya, wisatawan harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan baru saat berlibur, seperti penerapan protokol kesehatan. Selain itu, persiapan liburan di masa pandemi juga harus dilakukan dengan lebih teliti dan berhati-hati.

Supaya aman dan menyenangkan,  berikut lima langkah persiapan yang dapat dilakukan sebelum pergi berlibur. Berikut ulasannya.

Menentukan destinasi wisata yang aman

Jika belum memiliki rencana liburan spesifik, Anda bisa memulainya dengan menentukan destinasi wisata yang ingin dikunjungi dengan mencari referensi situs-situs perjalanan atau media sosial. Contohnya, Anda bisa menggunakan hashtag #DiIndonesiaAja saat melakukan riset untuk mendapatkan referensi destinasi wisata dalam negeri.

Namun, karena saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19, faktor kesehatan dan keamanan menjadi salah satu aspek yang patut dipertimbangkan ketika menentukan destinasi wisata.

Sebaiknya, pilih destinasi yang berada di wilayah zona hijau untuk menurunkan risiko penularan Covid-19. Selain itu, pilih juga destinasi wisata yang sudah memiliki sertifikasi Cleanliness, Healthy, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Sertifikasi CHSE menandakan bahwa pelayanan dan produk yang ditawarkan destinasi wisata tersebut aman dan sudah memenuhi standar protokol kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

 Riset aturan dan protokol kesehatan yang diterapkan

Setelah destinasi yang dipilih dipastikan aman, langkah selanjutnya adalah mempelajari aturan dan protokol kesehatan apa saja yang diterapkan pengelola destinasi wisata.

Mulai dari jam operasional, cara pembelian tiket masuk, protokol kesehatan yang diterapkan, hingga dokumen yang sekiranya harus dipersiapkan.

Riset ini penting dilakukan karena dapat menjaga diri dan orang lain dari ancaman penularan penyakit. Selain itu, bisa saja ada perbedaan aturan terkait protokol kesehatan yang diterapkan antara satu destinasi dan destinasi lain.

Misalnya, wisatawan di Bali yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah akan dikenakan denda sebesar Rp 100.000. Kemudian, jika berkunjung ke Candi Borobudur wisatawan tidak diperbolehkan naik ke struktur candi demi mencegah penumpukan wisatawan.

Memesan tiket dan penginapan online

Untuk meminimalisasi kontak langsung, hampir seluruh destinasi wisata menerapkan sistem pembelian tiket masuk secara online.

Karena itu, ada baiknya semua tiket destinasi wisata yang akan dikunjungi sudah dipesan sebelum berangkat liburan.

Begitu pula dengan tiket transportasi dan penginapan selama berlibur. Wisatawan disarankan untuk melakukan pemesanan secara online jauh hari sebelum tanggal keberangkatan.

Dengan begitu, Anda memiliki lebih banyak waktu untuk memilih tiket dan hotel dengan harga serta fasilitas terbaik. Tidak menutup kemungkinan juga Anda berkesempatan mendapatkan promo atau harga yang lebih murah.

Pasalnya, penyelenggara jasa pemesanan tiket biasanya memberikan promo menarik pada periode tertentu. Contohnya saja promo 11.11 yang diadakan tiap 11 November.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved