Oleh-oleh yang Bisa Kamu Bawa Pulang Saat Berlibur di Bitung

Ada banyak jenis oleh-oleh yang bisa Anda peroleh di daerah penghasil tuna tersebut. Mulai dari makanan, hingga kaos oblong.

Editor: muhammad irham
int
Cakalang Fufu adalah salah satu oleh-oleh yang bisa Anda bawa pulang saat berkunjung ke Bitung 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Traveling ke Kota Bitung, Sulawesi Utara, jangan lupa membawa pulang oleh-oleh khas daerah itu. 

Ada banyak jenis oleh-oleh yang bisa Anda peroleh di daerah penghasil tuna tersebut. Mulai dari makanan, hingga kaos oblong.

So, penasaran apa saja yang menjadi oleh-oleh dari kota ini? Nah, berikut ada daftar oleh-oleh khas Bitung yang bisa kamu coba. 

1. Cakalang Fufu

Apakah nama ini begitu asing di telinga? Atau sudah akrab? Cakalang fufu merupakan makanan khas daerah Minahasa, Sulawesi Utara.

Terbuat dari ikan cakalang yang dibumbui dengan bahan-bahan khusus, kemudian dimasak dengan cara diasap. Karena proses olahannya tersebut, ikan ini sangat cocok jika dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Jika ingin menyantapnya, kita cukup memanaskan dengan cara digoreng. Lalu, selanjutnya dimakan sebagai lauk bersama nasi juga sambal. Wuiihhh.....sedap! Kamu bisa mendapatkan cakalang fufu dengan harga 35.000 sampai 65.000 rupiah.

2. Halua Kenari

Daerah Minahasa atau Indonesia bagian Timur memiliki pohon-pohon kenari. Tidak heran jika disana sering dijumpai kenari.

Sehingga, masyarakat memiliki inisiatif untuk mengubah kenari menjadi camilan khas oleh-oleh di daerah mereka. Termasuk di kota Bitung. Salah satunya adalah halua kenari, merupakan makanan yang terbuat dari olahan kenari dicampur dengan gula merah.

Sekilas seperti gula-gula kacang, rasanya pun tidak kalah gurih. Apalagi rasa manis yang begitu terasa di lidah. Menjadikan halua kenari ini sangat recomended sebagai oleh-oleh dan menemani waktu santai. Harga yang dibandrol pun bervariasi antara 10.000 sampai 45.000 ribu rupiah.

3. Pala Manis

Orang sering menggunakan biji pala sebagai bahan rempah-rempah untuk masakan mereka. Rasa masakan yang dihasilkan pun begitu nikmat setelah dicampur dengan biji pala.

Nah, selain biji pala apakah kamu pernah merasakan buah pala? Apalagi yang dijadikan makanan.

Hhhmmm.....pasti belum kan! Nah, ini dia salah satu makanan khas daerah Minahasa yang harus kamu coba. Pala manis, buah pala diolah dengan cairan gula sebagai pemanis.

Nah, dari gula inilah akan terkesan efek kilap pada makanan tersebut. Biasanya pala manis dibandrol dengan harga Rp40.000,00 tiap bungkus. Kamu bisa mendapatkan pala manis ini di berbagai toko pusat oleh-oleh atau di sekitar pelabuhan Bitung.

4. Panada

Panada merupakan kue yang diisi dengan ikan cakalang, dicampur dengan parutan pepaya muda. Untuk ikan cakalang dimasak dengan rasa pedas terlebih dahulu.

Saat dimakan rasa dari kulit dan isi kue ini menyatu di mulut, menciptakan sensasi rasa yang enak, pedas dan unik. Jika sudah mencoba sekali, pasti akan nambah lagi.

Makanan ini bisa kamu nikmati saat jalan-jalan mengelilingi kota Bitung bareng teman, keluarga atau rekan kerja kamu. Bentuknya mirip dengan jelangkote (makanan khas Makassar) atau pastel.

Bedanya rasa dan isinya yang memiliki khas tersendiri. Kamu harus coba, harga yang ditawarkan pun cukup murah. Mulai dari Rp1.250,- saja kamu sudah bisa menikmatinya. Semakin mahal harga panada, maka isi kuenya juga semakin banyak.

5. Sambal Roa

Tersedia dengan kemasan botol menyerupai botol selai, namun jangan salah ya. Ini sambal bukan selai, sambal Roa itulah namanya.

Yupz, salah satu sambal khas Minahasa yang ada di Bitung. Pembuatannya pun dari bahan ikan Roa yang diasapi, kemudian dihancurkan dan dimasak dengan bumbu sambal.

Nah, sambal ini bisa awet hingga setengah tahun jika disimpan dalam lemari pendingin. Cukup lama bukan? Apakah kamu penggemar sambal ikan?

Nah, ini bisa jadi alternatifnya yaitu Sambal Roa. Selain nikmat dan tahan lama, kamu juga akan mendapatkan cita rasa unik dari makanan ini. Karena rasanya itulah sambal Roa telah dikenal banyak orang. Harga dari sambal ini berkisar mulai dari 55.000 sampai 65.000 rupiah.

6. Dodol Amurang

Amurang merupakan daerah pembuatan dodol yang terbuat dari kenari. Maka dari itu dinamakan Dodol Amurang. Kenari yang diolah bersama gula aren dan beras ketan yang sudah dihaluskan.

Rasa yang begitu enak dan juga sensasi gurih manis begitu memanjakan lidah. Dodol ini mirip seperti jenang Jawa.  Biasanya masyarakat membuat dodol Amurang untuk acara-acara tradisi syukuran.

7. Kue Lampu-Lampu

Kue lampu? Aneh ya, begitulah namanya. Kue ini terbuat dari tepung terigu, santan, tepung beras juga gula merah.

Makanan ini termasuk makanan sehat, sebab cara pengolahannya dengan dikukus, tidak menggunakan minyak sedikitpun.

Apabila mengolah kue ini, saat dimasak di dalam panci kamu harus tutup. Tidak boleh dibuka, sebab rasa dari kue akan rusak. Rasanya begitu manis, cocok disantap saat acara keluarga ataupun saat santai.

8. Kacang Goyang

Makanan ini begitu terkenal di daerah Sulawesi Utara. Terbuat dari kacang tanah yang memiliki rasa enak dan gurih.

Para wisatawan sering memburu kacang goyang, karena warna dan bentuknya yang macam-macam membuat mereka tertarik. So, sayang banget kalau tidak dibeli.

Kamu bisa membawa pulang kacang goyang hanya dengan harga 10 sampai 25 ribu rupiah untuk tiap kemasannya. Cukup terjangkau bukan.

9. Klappertart

Kue ini selain enak juga memilki rasa gurih karena terbuat dari kelapa, susu, tepung terigu, telur dan mentega.

Makanan yang merupakan warisan peninggalan zaman penjajahan Belanda dengan citarasa khas Indonesia ini, sukses menjadikan kalppertart menjadi makanan yang paling diburu sebagai oleh-oleh disana.

Selain itu, makanan ini juga menyehatkan karena mengandung banyak protein dari susu. Seperti mencegah penyakit osteoporosis, mencegah karies gigi dan menetralkan tekanan darah. Kamu bisa mendapatkan klappertart hanya dengan merogoh kocek Rp15.000,- sampai Rp60.000,- tergantung ukuran.

10. Pia Amurang

Walaupun dari namanya saja sudah pasti bisa ditebak bahwa pia amurang berasal dari kecamatan Amurang, hal ini tidak menjadikan pia Amurang hanya sebatas oleh-oleh yang bisa dijumpai di Amurang saja.

Tetapi juga bisa didapatkan di kota Bitung. Dari berbagai sumber menjelaskan bahwa kue Amurang dibuat pertama kali oleh masyarakat Tionghoa, namun demikian perkembangan pembuatan pia Amurang di Minahasa tetap menjadi ciri khas daerah tersebut. Seperti di kota Bitung. Kamu bisa mendapatkannya di toko-toko penjual oleh-oleh.

11. Kaos

Nah, bukan rahasia umum lagi bahwa setiap daerah juga memilki oleh-oleh souvenir seperti kaos. Tidak terkecuali daerah Bitung ini.

Mulai dari gambar pemandangan, ikon khas Minahasa, juga berupa tulisan. Biasanya para wisatawan memilih oleh-oleh berupa kaos dengan desain tulisan. Karena menurut mereka susunan dan rangkaian kata lebih menarik daripada sebuah gambar. Bagaimana dengan kamu? Apakah sependapat dengan mereka?

Kamu bisa membawa pulang kaos tersebut dengan harga yang cukup murah. Tersedia varian harga mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu. Harga menentukan kwalitas ya kawan! Semakin mahal harga kaos, maka bahan dan mutunya sudah pasti bisa dijamin.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved