Kuliner

10 Fakta Unik Tentang Bubur Manado yang Belum Banyak Diketahui

Jalan-jalan ke Kota Manado, jangan lupa menyantap tinutuan atau bubur Manado.

Editor: muhammad irham
Ig/tana_poso
Bubur Manado untuk menu sarapan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jalan-jalan ke Kota Manado, jangan lupa menyantap tinutuan atau bubur Manado. Sebagian orang yang datang ke Kota Manado, Sulawesi Utara, pasti akan menyebut nama kuliner ini.

Penasaran dengan apa saja fakta di balik kelezatan bubur Manado? yuk ikuti ulasannya berikut ini. 

1. Masakan tradisional warga Suku Minahasa

Bubur Manado aslinya merupakan masakan tradisional Minahasa, jadi seharusnya disebut Bubur Minahasa. Kenapa lalu jadinya Bubur Manado? Mungkin karena istilah Manado yang lebih populer.

Manado merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dewasa ini, sebutan 'Orang manado' juga mencakup masyarakat yang bermukim di bagian wilayah lain di luar Kota Manado seperti Kota Bitung, Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon.

2. Nama Aslinya Tinutuan

Istilah tradisional untuk Bubur Manado adalah Tinutuan, yang berasal dari kata dasar Tuutu, yang artinya nasi atau bubur.

Jadi Tinutuan arti harfiahnya adalah 'dijadikan bubur'. Di sejumlah wilayah Minahasa, istilah Tinutuan sering disingkat menjadi Tinu. Misalnya dalam kalimat: Besok torang beking jo tinu? (Gimana jika besok kita bikin Bubur Manado?).

3.  Nama lainnya adalah Sinede'an

Selain Tinutuan, sebagian masyarakat di Tondano menyebut Bubur Manado sebagai Sinede'an. Sementara warga Minahasa Selatan ada yang menyebutnya Peda'al.

4. Muncul varian baru

Sejak pertengahan '80-an, muncul varian baru dari Bubur Manado, ketika ada yang iseng mencampurkan mie. Bubur Manado yang dicampur dengan mie kemudian disebut Midal, akronim dari Mie + Peda'al.

5. Berbahan dasar beras dan jagung manis

Bahan dasar Bubur Manado, selain beras adalah sejumlah sayuran dan jagung manis. Di Minahasa Selatan, ada masyarakat yang suka menambahkan daun pepaya. Bubur Manado plus Daun Pepaya ini rasanya 'pahit-pahit sedap'...

6. Bisa dikonsumsi oleh siapa saja

Karena terdiri dari beras dan sayuran, Bubur Manado merupakan salah satu dari sangat sedikit kuliner khas Manado yang tergolong 'masakan nasional'. Yang artinya bisa dikonsumsi siapa saja, tak soal apa etnisnya, apa jenis kelaminnya, atau apa agamanya.

Sekedar info, ada sejumlah masakan khas Manado yang sekalipun luar biasa lezat, namun sama sekali tidak dianjurkan untuk dicicipi oleh teman-teman yang Muslim.

7. Rata-rata orang Manado suka masakan pedas

Rata-rata orang Manado tak bisa makan tanpa rasa pedas. Begitu juga dengan Bubur Manado yang (bagi lidah orang Manado) akan terasa lebih nikmat jika ada pedasnya.

Rasa pedas biasanya berasal dari sambal (atau dabu-dabu, menurut istilah Manado). Ada beragam jenis dabu-dabu yang bisa dimakan bersama Bubur Manado. Namun yang paling populer adalah 'dabu-dabu Roa'.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved