Mengenal OTG Terpapar Virus Corona dan Cara Mewaspadainya

Sebelumnya, istri Sandiaga Uno, Nur Asia Uno, juga terinfeksi virus corona dengan tanpa gejala. Kini, Uno dan istrinya menjalani isolasi mandiri

Editor: muhammad irham
int
Ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengumumkan bahwa dirinya positif terpapar Covid-19 meskipun diakui tanpa gejala atau OTG. Ia diketahui terinfeksi virus corona setelah menjalani test swab pada Senin, (7/12/2020). 

Sebelumnya, istri Sandiaga Uno, Nur Asia Uno, juga terinfeksi virus corona dengan tanpa gejala. Kini, Uno dan istrinya menjalani isolasi mandiri di kediaman mereka. 

Apa itu OTG

Dalam Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 yang dikeluarkan pada pada 27 Maret 2020, OTG diartikan sebagai mereka yang tidak bergejala dan memiliki risiko tertular dari orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 (kasus) tapi memiliki kontak erat. 

Sementara itu kontak erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan/berkunjung, dalam radius 1 meter dengan PDP atau kasus konfirmasi Covid-19. 

Kemudian dalam Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), istilah OTG diubah menjadi menjadi kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik). 

Mewaspadai OTG 

Selama tidak dilakukan tes swab atau PCR, kita belum akan mengetahui apakah seseorang terinfeksi Covid-19 atau tidak. Terlebih pada seseorang yang tidak mengembangkan gejala.  Sehingga sangat disarankan untuk selalu memakai masker dan menjaga jarak agar dapat menghindari penularan, terutama dari OTG.  

Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS pun mengatakan bahwa paparan virus corona yang tanpa gejala dialami oleh 25-45 persen kasus. "Bukti menunjukkan bahwa 25 hingga 45 persen orang yang terinfeksi corona kemungkinan tidak memiliki gejala," kata Fauci dikutip dari ABC News, (9/6/2020).

Selain itu, hasil analisis yang dilakukan Scripps Research terkait data publik infeksi tanpa gejala atau asimtomatik juga menunjukkan hal serupa. Peneliti mengungkap bahwa OTG memainkan peran penting dalam penyebaran awal virus corona yang bertanggung jawab atas penyakit Covid-19. 

Hasil analisis menunjukkan, presentase OTG mencapai 45 persen dari seluruh kasus Covid-19. Temuan yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine ini menggarisbawahi pentingnya pengujian ekstensif dan kontak tracing demi mengurangi penyebaran. 

"Penyebaran virus secara 'diam-diam' ini membuat semuanya menjadi lebih sulit untuk dikendalikan," papar Eric Topol, pendiri dan direktur Scripps Research, seperti dikutip dari Science Daily, Senin (15/6/2020).  

Waktu penularan virus 

Terkait penularan virus dari pasien positif ke orang lain, dokter umum sekaligus kandidat PhD di Medical Science di Kobe University, Adam Prabata mengungkapkan bahwa mayoritas pasien menularkan virus (masa infeksius) dari hari ke-2 sebelum muncul gejala hingga hari ke-10 setelah bergejala. 

Sementara, untuk masa paling infeksius (yang berpotensi paling tinggi menyebarkan infeksi) yakni diperkirakan pada hari 0 sampai hari ke-5 setelah gejala muncul. Adapun penghitungan masa infeksius ini berlaku pada mayoritas pasien, bukan pada semua pasien Covid-19. 

Melansir pemberitaan Kompas.com, (13/6/2020), profesor epidemiologi di School of Public Health UCLA, AS, Anne Rimoin mengatakan, OTG dapat melepaskan virus dengan berbagai cara, termasuk meludah, batuk, bersin, berbicara, dan menyanyi. 

Selain itu, infeksi dapat ditularkan melalui kontak langsung/erat dengan orang lain atau dengan mencemari permukaan suatu benda dengan droplet pasien Covid-19. 

Kontak erat di sini merupakan aktivitas berupa kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung dalam radius 1 meter dengan pasien berstatus dalam pemantauan (PDP) atau positif Covid-19, dalam 2 hari ssebelum kasus timbul gejala hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala. 

Diketahui, mereka yang rentan menjadi OTG yakni petugas kesehatan, orang dalam satu ruangan, dan orang yang berpergian bersama. WHO mengatakan, orang yang terinfeksi tanpa gejala lebih kecil kemungkinannya untuk menularkan virus dibandingkan mereka yang mengalami gejala. 

Kendati demikian, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan agar tidak terinfeksi virus dari pasien OTG. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan, orang-orang untuk mengikuti jaga jarak atau mengurangi aktivitas di luar rumah. 

Kemudian, selalu mencuci tangan menggunakan sabun desinfektan pada air mengalir atau menggunakan hand sanitizer atau cairan pembersih tangan. Tetap menggunakan masker dan hindari menyentuh wajah, mata, dan mulut dengan tangan yang tidak bersih.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved