8 Fakta Unik Tentang Kota Hegra, Kota yang Dikutuk oleh Allah SWT

rab Saudi memiliki kota kuno, Hegra, yang penduduknya pernah diazab oleh Allah SWT. Destinasi ini baru dibuka kembali oleh Arab Saudi

Editor: muhammad irham
int
Kota Hegra di Arab Saudi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Arab Saudi memiliki kota kuno, Hegra, yang penduduknya pernah diazab oleh Allah SWT. Destinasi ini baru dibuka kembali oleh Arab Saudi setelah 2.000 tahun.

Berikut sederet fakta kota kuno Hegra yang juga berjuluk Madain Saleh:

 
1. Kota kuno Hegra dibuka setelah 2.000 tahun

Hegra atau Madain Saleh yang ikonik dibangun oleh Suku Nabatea dengan gaya unik. Destinasi ini adalah perawan yang tidak pernah terganggu selama hampir 2.000 tahun.

Pemerintah Arab Saudi baru-baru ini membuka situs 'Hegra' untuk masyarakat umum. Destinasi sejarah ini menjadi saksi peradaban Nabataean dari abad 2 dan 3 SM.

Menurut rilis berita oleh komisi kerajaan Alula untuk Arab Saudi, situs dengan konstruksi batu itu sekarang dapat disaksikan oleh para turis. Pendatang akan dibawa ke dalam perjalanan yang terencana.

2. Kota kuno Hegra akan dijadikan resor

Arab Saudi membuka resor mewah di situs warisan dunia UNESCO yang berada di wilayah milik negara itu, Hegra atau Madain Saleh.

Arab Saudi terus mematangkan diri dalam menyambut wisatawan dunia. Rencananya, negara ini akan membuka Aman Resort International di tahun 2023.

Kerja sama ini berlangsung dengan persetujuan dari Komisi Kerjaan untuk Al Ula. Proyek ini memang tak tanggung-tanggung, karena wilayah yang dipilih untuk proyek ini adalah Madain Saleh atau dikenal dengan nama Al Hijr alias Hegra di Kota Al Ula.

3. Kota terbesar kedua bangsa Arab kuno

Hegra atau Madain Saleh mungkin tidak terkenal seperti Petra, tetapi inilah kota terbesar kedua bangsa Arab kuno.

Disebut pula Al-Hijr atau Hegra, ini adalah sebuah situs arkeologi yang terletak di wilayah Hijaz, Provinsi Madinah, Arab Saudi.

Suku Nabath memainkan peran penting dalam kerajaan misterius itu. Nabath adalah sekelompok bangsa Arab kuno yang menetap di daerah Yordania hingga ke sebelah utara Damaskus.

4. Masyarakat Hegra berbahasa Aram

Dahulu, warga Hegra menggunakan bahasa Aram untuk berkomunikasi. Suku Nabath adalah cikal bakal kaum Nabi Shaleh, yakni Tsamud.

Bahasa Aram menjadi bahasa komunikasi utama untuk bisnis dan perdagangan. Orang-orang Nabath juga menggunakan bahasa Arab dalam kesehariannya.

Kota yang dulu begitu hidup seiring dengan ramainya jalur rempah kuno ini memainkan peran penting dalam membangun kerajaan yang hidup dari perniagaan itu. Tetapi sekarang, makam-makam di dinding batu yang monumental itu adalah salah satu peninggalan terakhir dan paling terawat dari kerajaan yang hilang.

5. Kota yang diazab Allah SWT

Orang-orang Nabath meraih kekayaan dan kejayaannya berkat kemampuan mencari dan menyimpan air di lingkungan gurun yang begitu ganas. Mereka juga memonopoli jalur perdagangan gurun antara Madain Saleh di barat daya dan pelabuhan Gaza di Laut Tengah atau Laut Mediterania di sebelah utara.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved