Destinasi Wisata

Jerjak Kekejaman Tentara Sekutu di Penjara Tua Kema, Minahasa Utara

Penjara tersebut didirikan sebagai tempat untuk menahan orang-orang yang melawan bangsa Portugis dalam rangka perdagangan rempah-rempah.

Editor: muhammad irham
Tribun Manado
Penjara Tua Kema di Minahasa Utara, Sulawesi Utara 

Penjara Tua dibangun oleh Portugis pada tahun 1500-an. Kemudian diambil alih Belanda pada 
masa kekuasaan VOC.

Di sinilah jejak berdarah penjara itu dimulai. Para tahanan yang ditahan di sana adalah yang sudah pasti dihukum mati.

Mereka adalah politisi, pemberontak dan penjahat besar yang dosanya tak terampuni.

Pahlawan nasional Imam Bonjol dan Kyai Modjo pernah ditawan di penjara itu.

Kekejaman tersebut berlanjut di era penjajahan Jepang dan selanjutnya saat Sekutu yang membonceng NICA tiba di pelabuhan Kema untuk melucuti tentara Jepang.

Tak jauh dari penjara tersebut, terdapat sebuah lokasi pembantaian.

Para tahanan dimasukan dalam sebuah tempat mirip lorong bawah tanah kemudian ditembak dari dari atas.

Atau, tahanan disuruh menggali lubang, lantas ditembak dan dikubur pada lubang yang ia gali. 

Lokasi pembantaian tersebut kini telah menjadi rumah warga. 

Entah sudah berapa ratus nyawa yang melayang di sana.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved