Pasport Ganda

Seorang Pendeta Asal Amerika Ditangkap di Manado, Ini Kesalahannya

JL diamankan lantaran memiliki dua pasport.  Selama ini, ia berada di Manado untuk bekerja.

Editor: muhammad irham
ist
Pendeta JL asal Amerika Serikat saat diamankan di kantor Imigrasi Klas I TPI Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang warga negara asing asal Amerika Serikat berinisial JL, diamankan oleh petugas Imigrasi Klas I TPI Manado, Sulawesi Utara. Selama di Manado, ia bebas menggunakan pasport gandanya untuk beraktivitas.

JL diamankan lantaran memiliki dua pasport.  Selama ini, ia berada di Manado untuk bekerja sebagai pendeta.

Menurut Kepala Kantor Imigrasi I TPI Manado, Arthur Lucky Mawikere, kasus ini terungkap setelah ada laporan dari masyarakat mengenai seorang WNA yang memiliki dua pasport. 

Setelah mendapatkan laporan tersebut, petugas Imigrasi Manado langsung melakukan penelitian untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. 

Berdasarkan hasil penelitian itu, JL memang memiliki pasport ganda. 

“Setelah dilakukan penyidikan maka tersangka terbukti melanggar pasal 126  huruf c, undang-undang nomor 6 tahun 2011 yang berbunyi, setiap orang yang dengan sengaja memberikan data yang tidak benar untuk memperoleh pasport, akan dipidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta,” ujar Arthur Mawikere saat konfrensi pers, Senin (21/12/2020) di kantornya.

Lanjut Mawikere, barang bukti yang didapatkan berupa pasport ganda yang digunakan tersangka, sehingga dari pasport tersebut benar tersangka adalah warga negara AS.

“Tersangka ini mempunyai dua pasport di Amerika dan Indonesia. Jadi kalau di Amerika dia pakai pasport (AS) sebaliknya di Indonesia pakai pasport Indonesia,” ungkap Mawikere.

Mawikere juga menyampaikan, tersangka sudah ditahan sejak 7 September 2020, selanjutanya akan diserahkan ke Kejaksaan.

“Keberadaan tersangka di Indonesia sejak 2018 dan sudah bekerja sebagai seorang pendeta di salah satu gereja,” ujar Mawikere.

Mawikere menambahkan, awalnya tersangka ingin mengurus pasport Indonesianya untuk diperpanjang kembali tetapi sudah diketahui oleh penyidik.

“Sebelumnya tersangka adalah Warga Negara Indonesia, yakni masyarakat Sulawesi Utara, kemudian pindah kewarganegaraan Amerika Serikat karena sudah lama bekerja di sana,” tandas Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Manado Arthur Lucky Mawikere S sos MH.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved