Fenomena Alam

Lapisan Batu Bara Bawah Tanah Telah Terbakar Selama 6.000 Tahun

Lapisan batubara setebal 30 meter di bawah Gunung Wingen Australia telah terbakar terus menerus selama kurang lebih 6.000 tahun.

Editor: muhammad irham
Nationalparks.nsw.gov.au
Gunung Wingen Australia 

Menurut suku asli Aborigin, gunung ini konon merupakan air mata yang berapi-api dari seorang wanita yang dikutuk menjadi batu oleh Biami, dewa langit.

Sementara menurut para penjelajah yang pertama menemukannya, Burning Mountan merupakan tanda-tanda aktivitas vulkanik.

Kenyataannya, itu adalah lapisan batu bara yang terbakar perlahan sekitar 30 meter di bawah tanah.

Api bawah tanah di Burning Mountain perlahan-lahan bergerak ke selatan, dengan kecepatan sekitar satu meter per tahun.

Diyakini selama 6.000 tahun sejarahnya, api ini telah menempuh jarak sekitar 6,5 kilometer.

Tidak ada yang tahu persis awal mula munculnya api bawah tanah ini.

Tetapi para ilmuwan percaya api itu berasal dari sambaran petir atau kebakaran semak, meskipun praktik pembakaran tradisi suku Aborigin mungkin juga bisa menjadi penyebabnya.

Dikutip TribunTravel dari laman Odditycentral, Rabu (23/12/2020), pembakaran yang lambat menyebabkan perubahan warna tanah dan permukaan tanah yang tidak rata di Gunung Wingen.

Meskipun daerah tersebut tampak tandus, Burning Mountain telah menjadi daya tarik wisata.

Ribuan orang berbondong-bondong ke tempat ini untuk melihat api bawah tanah yang membakar batu bara tertua di dunia yang terus menerus menyala.

Meski bara api berada puluhan meter di bawah tanah, namun asapnya muncul hingga ke permukaan.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved