Wisatawan Rentan Sakit Usai Berlibur, Ini Kata Pakar Kesehatan

Sebagian wisatawan mungkin kerap merasa tidak enak badan usai bepergian dari suatu tempat untuk waktu yang cukup lama

Editor: muhammad irham
int
Ilustrasi Wisatawan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebagian wisatawan mungkin kerap merasa tidak enak badan usai bepergian dari suatu tempat untuk waktu yang cukup lama. Padahal, liburan merupakan salah satu kegiatan yang seharusnya membuat seseorang merasa sehat karena kembali dalam keadaan senang.

Dr. R. A. Adaninggar, Sp.PD, akrab disapa Ning, mengatakan bahwa terdapat sejumlah faktor mengapa wisatawan rentan sakit sepulang dari berlibur. “Yang harus diperhatikan saat jalan-jalan itu harus jaga kondisi.

Jalan-jalan kadang juga jadi capek (karena) kurang istirahat, itu harus diperhatikan,” katanya. Pernyatan tersebut disampaikan olehnya dalam konferensi pers virtual “Perlindungan Lengkap Jiwa dan Kesehatan yang Terjangkau”, Senin (21/12/2020).

Selain kurang istirahat, wisatawan juga rentan sakit karena bertemu banyak orang saat dalam perjalanan atau saat tiba di tujuan. Faktor lain yang memengaruhi daya tahan tubuh pengunjung adalah jika tempat wisata yang dituju belum tentu terjaga kebersihannya.

Ada juga faktor interaksi dengan permukaan benda umum yang kemungkinan terkontaminasi, juga faktor lingkungan. “Mudah menurunkan daya tahan tubuh karena kelelahan kurang istirahat dan perubahan iklim atau lingkungan," ungkap Ning.

Menurutnya, wisatawan jangan terus memerhatikan jika dirinya tertular namun juga pastikan bahwa kondisi tubuh tetap terjaga.

Apabila berencana untuk liburan dalam waktu dekat, informasi destinasi wisata yang dituju merupakan hal yang wajib diketahui selama pandemi Covid-19. “Sebelum jalan-jalan harus cari informasi Covid-19 di daerah tujuan.

Perhatikan mau pergi ke mana. Kalau tujuan masih zona merah harus ekstra hati-hati,” imbaunya.

Karantina 14 hari

Usai bepergian dari tempat wisata, Ning menyarankan agar wisatawan melakukan karantina mandiri selama 14 hari sambil memerhatikan jika terjadi gejala penyakit. Namun, hal tersebut hanya dimungkinkan jika wisatawan tidak harus kembali beraktivitas seperti kerja.

“Jika muncul gejala, inisiatif periksa diri. Ini idealnya memang seperti itu, kita jaga-jaga agar orang lain di sekitar jangan sampai tertular,” ucap Ning. “Karantina tujuannya untuk melindungi orang sekitar. Kalau memang tidak memungkinkan karena harus masuk kerja, yang penting protokol kesehatan,” sambungnya.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa apabila gejala Covid-19 muncul, wisatawan harus jujur kepada pihak kantor untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut atau minta istirahat.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved