Hari Natal

Begini Suasana Kota Manado Saat Natal

Pusat kota yang biasanya selalu ramai oleh aktivitas warga, terlihat sepi. Hanya ada beberapa kendaraan yang berseliweran

Editor: muhammad irham
Tribun Manado
Suasana Kota Manado saat Hari Natal 2020 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kota Manado di Hari Natal 25 Desember 2020, tampak tak seperti biasanya. Kota yang dihuni kurang lebih 500 ribu jiwa penduduk ini, tampak lengang dari hikuk pikuk keramaian. 

Pusat kota yang biasanya selalu ramai oleh aktivitas warga, terlihat sepi. Hanya ada beberapa kendaraan yang berseliweran. Beberapa pejalan kaki juga terlihat melintas di sekitar Tugu 0 Km atau Zero Point

Jalan-jalan utama seperti Jalan Pierre Tendean (Boulevard), Jalan Ahamd Yani, dan Jalan Sam Ratulangi tampak sepi pengendara.

Bahkan Zero Point dan persimpangan Taman Kesatuan Bangsa (TKB) yang biasanya macet, kini hanya satu-dua kendaraan yang melintas.

Kios-kios dagangan di sekitar jalan tersebut pun tampak sepi pengunjung.

Menurut Kasat Lantas Polresta Manado AKP Anita Sitinjak, hal tersebut adalah pemandangan wajar di saat masyarakat merayakan Natal.

Namun ia meminta agar masyarakat tetap berhati-hati dalam berkendara.

"Kepada seluruh masyarakat Kota Manado karena jalanan lengang diharapkan hati-hati dalam berkegiatan baik menggunakan roda dua maupun roda empat.

Jangan lupa gunakan helm dan sabuk pengaman," ujarnya saat dihubungi.

Sejak Kamis (24/12/2020), kata Anita, angka kecelakaan di Kota Manado cukup tinggi, yaitu 5 kasus.

Angka ini memang menurun jika dibandingkan tahun lalu karena adanya pandemi virus corona (Covid-19) juga.

"Tapi masyarakat tidak boleh lengah. Jangan pula gunakan jalanan yang sepi ini sebagai area balap liar," tutupnya.

Pusat Perbelanjaan Sepi

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, beberapa pusat keramaian di Manado justru terlihat sepi saat natal.

Beberapa di antaranya adalah Taman Kesatuan Bangsa (TKB), Kawasan 45, dan Kawasan Megamas tampak sangat sepi.

Hanya kendaraan dan beberapa warga yang terlihat beraktivitas di sekitarnya.

"Memang seperti ini kalau Natal. Biasanya nanti hari ke-2 baru ramai," ujar Ronald, salah seorang pedagang di Kawasan 45.

Meski begitu, hal ini bukan menjadi keluhan bagi warga karena memang hal yang wajar.

"Kalau dagangan jarang ada yang beli ya wajar, maklum, namanya orang lagi merayakan hari besarnya," tambah Ronald.

Ronald sendiri merupakan pedagang batagor di Kawasan 45. Sehari-hari ia biasa mengantongi Rp 200 ribu - Rp 300 ribu per hari.

Namun karena Natal, ia hari ini belum mendapatkan pelanggan sama sekali.

Ronald berharap esok hari warga sudah beraktivitas seperti biasa sehingga ia mendapatkan penghasilan.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved