Pasiar Bendi

Pasiar Bendi di Minahasa, Tradisi Turun Temurun Saat Natal

Mereka datang dari berbagai negara di dunia hanya untuk naik bendi di Langowan, Kabupaten Minahasa

Editor: muhammad irham
Tribun Manado
Tradisi Pasiar Bendi saat Natal di Minahasa, Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Momentum Natal selalu dimanfaatkan oleh banyak orang untuk bersilaturahmi sekaligus menikmati budaya-budaya yang jarang disaksikan di tempat lain. Bahkan orang-orang yang jauh dari kampung halaman, rela pulang ke kampung halamannya hanya untuk merasakan suasana Natal.

Di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, banyak warganya yang rela pulang dari luar negeri hanya untuk merasakan sebuah tradisi unik yang digelar setiap Natal di daerah itu.

Mereka datang dari berbagai negara di dunia hanya untuk naik bendi di Langowan, Kabupaten Minahasa

Sudah jadi kebiasaan orang Langowan yang berdiaspora di dalam dan luar negeri untuk kembali ke tanah kelahirannya 
tiap hari Natal.

Mereka tak akan melewatkan tradisi Pasiar Bendi yang jadi khas daerah yang sebentar lagi jadi kota tersebut.

Diketahui, banyak orang Langowan yang mengadu nasib di negeri Paman Sam. Di sana mereka kebanyakan menjadi pekerja swasta dan gereja.

Ada pula sukses jadi pengusaha. Jadi Marinir dalam US Seals. Ada yang menekuni pekerjaan informal tapi berkelas. Seperti tukang rumput artis Hollywood Bon Jovi.

Di era Covid 19, pasiar bendi tetap berlangsung meski tak semarak tahun sebelumnya karena aturan tidak boleh berkerumun akibat wabah Covid 19.

Bendi yang ikutan tak sebanyak tahun sebelumnya. Warga yang naik juga dibatasi. Tidak bergerombol seperti biasanya.

Kusir dan penumpang memakai masker. Berdasarkan pantauan Tribun Manado,  Jumat (25/12/2020), nampak deretan bendi berduyun - duyun di pusat kota, menembus hujan deras yang seharian mengguyur, menuju desa Karondoran yang merupakan batas Langowan bagian utara.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved