Tradisi Aneh

Tradisi-tradisi Aneh Ini Masih Dipertahankan, Satu di Antaranya Ada di Indonesia

Tradisi yang tampak normal bagi satu budaya mungkin dianggap aneh oleh budaya lain, begitu pula sebaliknya.

Editor: muhammad irham
int
Tradisi Manene di Tana Toraja, Sulawesi Selatan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Tradisi-tradisi aneh di seluruh dunia memang sering kali menarik untuk dibahas.  Satu di antaranya ada di Tana Toraja, Sulawesi Selatan yang masih dipertahankan sampai saat ini.

Tradisi yang tampak normal bagi satu budaya mungkin dianggap aneh oleh budaya lain, begitu pula sebaliknya.

Banyak negara di dunia ini yang masih memegang teguh tradisi yang telah berlangsung selama beberapa dekade atau bahkan berabad-abad.

Tradisi-tradisi tersebut mengakar kuat dalam cerita rakyat dan sejarah.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini 10 tradisi aneh di dunia yang masih berlangsung hingga kini.

 
1. Meludah sebagai bentuk sapaan

Suku Maasai banyak ditemukan di Kenya dan Tanzania.

Keunikan suku ini adalah cara mereka untuk saling menyapa, yakni dengan meludah.

Selain itu, ketika seorang bayi lahir, sudah menjadi kebiasaan para pria untuk meludahi bayi tersebut dan menyebutnya sebagai bayi yang jahat.

Mereka percaya ini akan melindungi bayi dari roh jahat.

Penduduk Maasai juga meludahi tangan mereka sebelum menjabat tangan para sesepuh.

2. Lompat banteng

Di Ethiopia, anak laki-laki harus menjalani beberapa bentuk ritual untuk membuktikan kejantanan mereka, ini melibatkan serangkaian acara.

Seorang anak laki-laki harus telanjang, berlari, melompat dan mendarat di atas punggung seekor banteng.

Kemudian diikuti dengan berlari melintasi punggung beberapa sapi jantan yang dibariskan.

Praktik tersebut dikenal sebagai Hamar.

3. Hidup dengan Mayat

Hidup dengan mayat mungkin terlihat sangat mengerikan.

Namun, hal itu merupakan praktik yang sangat umum bagi beberapa kelompok etnis di Indonesia.

Mereka akan membungkus mayat dengan pakaian khusus dan menyimpannya dengan aman di rumah tempat mereka tinggal.

Diyakini bahwa jiwa orang yang mereka cintai akan dipertahankan sampai dimakamkan.

4. Mencuri istri

Di suku Wodaabe Nigeria, Afrika Barat, seorang pria mempraktikan tradisi saling mencuri istri satu sama lain.

Pernikahan pertama Wodaabe diatur oleh orang tua mereka saat masih anak-anak dan harus dengan sepupu dari garis keturunan yang sama.

Namun, di Festival Gerewol tahunan, para pria Wodaabe mengenakan riasan dan kostum yang rumit dan menari untuk membuat para wanita terkesan.

Menariknya, para pria juga berharap bisa mendapatkan istri baru dalam festival tersebut.

Jika seorang pria mampu mencuri tanpa sepengetahuan pasangannya (terutama dari suami saat ini yang mungkin tidak ingin berpisah dengan istrinya), maka mereka akan diakui secara sosial.

5. Peregangan bibir

Penduduk suku Surma dapat ditemukan di Sudan selatan serta barat daya Ethiopia.

Selama masa remaja, wanita menjalani prosedur peregangan bibir yang melibatkan pencabutan gigi bawah mereka untuk memasangkan pelat bibir.

Pelat bibir tersebut bertambah ukurannya setiap tahun sehingga bibir juga ikut meregang.

Beberapa pria melakukan tradisi serupa dengan telinga mereka.

Mereka juga mendoktrin prajurit mereka yang dengan menambahkan bekas luka, keyakinannya bahwa semakin banyak bekas luka yang mereka miliki, semakin menarik bagi anggota perempuan dari suku tersebut.

6. Mayat Berjalan

Para penduduk Toraja di Indonesia mempraktikan budaya tak biasa ini dengan meletakkan tubuh mayat di peti mati sebelum 'dibangkitkan'.

Tradisi yang cukup unik ini dikenal dengan upacara Ma' Nene.

Di desa-desa yang terletak di pegunungan Sulawesi Selatan, Indonesia, para tetua telah membangkitkan orang mati selama berabad-abad.

Menurut kepercayaan agama masyarakat Toraja, agar orang yang meninggal dapat mencapai alam baka yang dikenal sebagai “Puya” atau “Tanah Jiwa”, jenazah mereka harus dikembalikan ke tempat kelahirannya untuk dimakamkan.

Mayat dibangkitkan dari kematian dan berjalan ke tempat peristirahatan yang baru.

7. Menggantung Peti Mati

Kamu dapat menyaksikan artefak gantung yang tak terhitung jumlahnya dan fenomena okultisme pada tebing curam di sepanjang Sungai Yangtze, Cina.

Beberapa budaya di China mengubur anggota keluarga mereka dan menggantung mereka di tebing setelah kematian.

Peti mati umumnya digantung setinggi 33 hingga 164 kaki dan bahkan ada yang setinggi 328 kaki di atas tanah.

Masih belum diketahui secara pasti bagaimana peti mati ditempatkan di ketinggian yang begitu tinggi.

Peti mati gantung tertua diketahui berusia hampir 2000 tahun.

8. Lompat Bayi El Colacho

Penduduk Spanyol telah mengambil bagian dalam budaya berbahaya dan aneh yang disebut El Colacho ini sejak 1620.

El Colacho berarti lompat bayi yang bertujuan untuk mengusir setan.

Dalam festival ini, bayi dibaringkan di atas kasur yang terletak di jalanan dan para pelompat mengenakan kostum tradisional agar terlihat seperti setan.

9. Melempar Bayi

Ini adalah praktik umum bagi orang-orang di desa Solapur, Maharashtra, India, untuk membuang bayi yang baru lahir dari teras menara setinggi 50 kaki.

Ada orang di kaki menara yang memegang seprai untuk menangkap bayi agar selamat.

Diyakini bahwa ini memberi para bayi mereka keberuntungan, umur panjang dan hidup sehat.

10. Menggendong Wanita di Atas Bara Api

Dalam budaya Tionghoa, seorang suami harus menggendong pengantin perempuannya di atas panci bara api sebelum memasuki rumah mereka untuk pertama kali.

Mitos mengatakan bahwa kebiasaan aneh ini dilakukan untuk memastikan dia akan mendapatkan persalinan yang mudah dan sukses.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved