Destinasi Wisata

Watu Pasak Wanua, Peninggalan Megalitikum di Pelosok Minahasa Tenggara

Berdasarkan cerita rakyat turun-temurun, batu itu adalah tempat penanda berdirinya sebuah desa di Minahasa Tenggara pada tempo dulu.

Editor: muhammad irham
int
Objek Wisata Batu Pasak Wanua di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara, masih terdapat beberapa batu dari zaman megalitikum yang berbentuk menhir atau batu tunggal yang berdiri tegak.

Batu-batu tersebut oleh masyarakat setempat disebut Watu Pasak Wanua. Berdasarkan cerita rakyat turun-temurun, batu itu adalah tempat penanda berdirinya sebuah desa di Minahasa Tenggara pada tempo dulu.

Beberapa batu tersebut digunakan untuk tempat ritual adat dalam suatu desa dalam mengambil suatu keputusan.

Akan tetapi, sekarang Watu Pasak Wanua lebih berfungsi sebagai tempat pelaksanaan upacara desa, seperti ulang tahun desa yang pelaksanaannya hampir setiap tahun oleh sejumlah desa.

Berdasarkan cerita tempo dulu, pendirian batu tegak yang kemudian disebut menhir ini sering kali dilakukan oleh masyarakat prasejarah menjadi penanda batas desa.

Selain itu, berdasarkan cerita-cerita di tengah masyarakat, ketika penancapan watu pasak yang dilakukan oleh tokoh masyarakat, jika terdengar suara burung manguni lokasi tersebut baik untuk dijadikan sebuah desa.

Dalam perkembangannya kemudian, mitos tentang masyarakat etnis Tonsawang yang menghuni sebagian wilayah Minahasa Tenggara, dianggap sebagai batas imajiner terhadap perbuatan-perbuatan yang dapat merusak tatanan masyarakat.

Beberapa tempat yang memiliki batu itu, antara lain di Ibu Kota Kabupaten Minahasa Tenggara, Ratahan, seperti di Kelurahan Lowu, Wawali, dan Kelurahan Nataan.

Watu Pasak Wanua kini menjadi salah satu objek wisata budaya yang selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap tahun. 

Batuan ini tidak hanya terdapat dalam satu wilayah saja. Sebab masyarakat menjadikan menhir ini sebagai batas kampung atau bahkan ada yang dijadikan sebagai media pemujaan.

Lokasi: Tosuraya, Kec. Ratahan, Kab. Minahasa Tenggara.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved