Destinasi Wisata

Sepotong Surga di Minahasa Utara Itu Bernama Likupang

konon, menurut cerita warga pada zaman dahulu, para bidadari memilih turun ke sebuah telaga di Minahasa Utara

Editor: muhammad irham
internet
Menikmati keindahan Pantai Likupang, Minahasa Utara, Sulawesi Utara 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Likupang, di Minahasa Utara adalah sebuah kawasan wisata yang sangat cocok untuk dikunjungi saat liburan. Saking indahnya, konon, menurut cerita warga pada zaman dahulu, para bidadari memilih turun ke sebuah telaga di Minahasa Utara yang kini dikenal dengan sebutan Likupang.

Cerita Legenda Tumetenden (telaga) itu bersumber dari para leluhur Tou Tonsea, etnik Minahasa Sulawesi Utara. Mengisahkan perjalanan asmara seorang petani yang tinggal di kaki Gunung Tamporok dengan satu di antara sembilan bidadari itu.

Bidadari-bidadari tersebut turun untuk mandi di telaga milik sang petani muda. Singkat cerita, petani muda bernama Mamanua itu berhasil menahan satu bidadari untuk tinggal di kaki Gunung Tamporok sebagai istrinya. Sang bidadari itu kemudian melahirkan seorang anak bernama Walangsendau.

Namun sayang, akibat sebuah kesalahan kecil yang dilakukan Mamanua, sang bidadari yang diberi nama Lumalundung itu terpaksa pulang ke kahyangan.

“Saat anakku menangis mencariku, ajak dia berjalan melintasi hutan, sungai, dan gunung, dengan mengikuti arah matahari,” begitu pesan sang bidadari kepada suaminya. Hutan, gunung, dan sungai, telah dilalui Mamanua sambil mengendong putrinya.

Namun, perjalanan nan jauh itu berujung pada bibir pantai biru berpasir putih terhampar di hadapannya. Jernihnya air laut membuat dasar karang, koral, tumbuhan laut, dan ikan-ikan terlihat jelas.

Dalam kebingungan lantaran lautnya terlalu luas, salah satu ikan datang menghampiri Mamanau. Ikan bernama Pongkor itu menawarkan tumpangan menuju ke istana bidadari. Perjalanan Mamanau menembus hutan, gunung, dan lautan pun terbayar tunai.

Kisah asmara antara Mamanua dan bidadari dari surga itu, tentu saja, hanyalah mitos atau cerita rakyat belaka. Namun penggambaran tentang keindahan telaga, gunung, bukit, sungai, pantai, dan lautan beserta isinya di Likupang itu, benar adanya.

Likupang memang pantas disebut sebagai potongan surga yang jatuh ke bumi dan baru ditemukan. Indah, molek, mempesona, namun belum banyak orang yang mengetahui di mana gerangan lokasi persisnya.

Objek wisata Likupang adalah sebuah kawasan wisata yang menawarkan kekuatan wisata bahari. Panorama bawah laut dan keindahan pantainya sungguh sangat menjanjikan untuk dinikmati.

Pantai Pulisan merupakan pantai dengan hamparan pasir putih yang berada di Minahasa Utara tepatnya di Desa Pulisan, Kecamatan Likupang Timur. Jaraknya sekitar 35 kilometer dari Airmadidi atau 50 kilometer dari Kota Manado.

Deburan ombaknya yang sangat tenang membuat wisatawan bisa memuaskan diri dengan pemandangan bebatuan karang dan biota laut melalui kegiatan snorkling dan diving.

Setelah puas dengan kegiatan wisata pantai dan bahari, wisatawan bisa menikmati pemandangan alam perbukitan di belakang pantai Pulisan. Kegiatan treking perbukitan ini sangat mengasyikan sekaligus melelahkan. Namun, seluruh rasa lelah itu akan impas saat menyaksikan keindahan alam dari atas bukit.

Objek wisata yang tak kalah menarik untuk dikunjungi adalah Ekowisata Bahoi yang terletak di Desa Bahoi, Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Ekowisata Bahoi merupakan kegiatan pariwisata yang dikelola secara partisipatif oleh masyarakat.

Keindahan terumbu karang pada Daerah Perlindungan Laut (DPL) menjadi andalan tempat tersebut. Tak hanya itu, Desa Bahoi juga miliki flora dan fauna di hutan mangrove, kawasan pasir putih, dan panorama desa yang asri.

Jelang masuk Desa Bahoi, kendaraan para turis akan berada di puncak tertinggi bukit sehingga bisa melihat keindahan pesisir Desa Bahoi. Masuk lebih dalam akan mendapatkan jalan perlahan-lahan menurun menuju perkampungan dengan rumah-rumah yang sederhana dan satu sama lain tidak dibatasi pagar.

Kesadaran warga Desa Bahoi bahwa desanya menyandang status kawasan wisata prioritas membuat kawasan pedesaan itu terlihat sederhana namun teramat bersih. Nyaris tidak terlihat ada sampah-sampah, terutama plastik di areal pedesaan itu.

Sampah rumah tangga dan dedaunan dapat ditemukan terkumpul rapi dalam tempat sampah yang terbuat dari karung dan digantung pada dua tiang kayu.(*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved